Sabtu, 18 April 2026, pukul : 10:50 WIB
Surabaya
--°C

Cak Imin

Imin berargumen bahwa ia melempar wacana itu untuk membantu Wapres Ma’ruf Amin nanti di akhirat. Kata Imin, selama dua tahun masa pandemi Kiai Ma’ruf tidak melakukan apa-apa. Karena itu nanti akan dimintai pertanggungjawaban di akhirat. Imin ingin masa jabatan Kiai Ma’ruf diperpanjang dua tahun sebagai kompensasi untuk mengganti dua tahun masa pandemi.

Logika dan argumen Cak Imin ini dianggap aneh. Wakil Ketua Partai Nasdem Ahmad Ali malah menyebut argumen Imin ngawur. Bagaimana mungkin Imin akan membantu Kiai Ma’ruf dalam urusan tanggung jawab di akhirat. Setiap orang akan bertanggung jawab atas perbuatanya masing-masing, dan seseorang tidak akan bertanggung jawab terhadap perbuatan orang lain.

BACA JUGA: Mlungsungi

Logika Cak Imin bisa menimbulkan tafsir yang bermacam-macam. Mengapa Imin mengatakan ingin membantu Kiai Ma’ruf dan bukan membantu Jokowi. Hal ini secara tidak langsung menampol Kiai Ma’ruf seolah-olah dia berkepentingan dengan perpanjangan masa jabatan.

Juru Bicara Wakil Presiden Ma’ruf Amin, Masduki Baidlowi menegaskan bahwa pernyataan Cak Imin bernuansa guyon. Dalam tradisi Nahdliyyin guyonan atau joke atau humor menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam berkomunikasi. Apa yang disampaikan Imin adalah bagian dari tradisi humor itu.

NU dan humor menjadi sesuatu yang identik. KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur dikenal sebagai jagoan humor. Di mana pun, di setiap kesempatan apa pun Gus Dur selalu bisa menghadirkan humor yang segar dan mengundang tawa. Kumpulan kisah humor Gus Dur menjadi banyak buku dan sampai sekarang tiap hari masih beredar di media sosial.

BACA JUGA: Masinton dan Brutus

Ketika menjadi presiden pun tradisi humor masih tetap melekat kepada Gus Dur. Bahkan, dalam kunjungan kenegaraan resmi ke Amerika Serikat Gus Dur mampu membuat Presiden Bill Clinton tertawa terbahak-bahak. Foto Gus Dur dan Clinton yang sedang tertawa lebar beredar luas di dunia internasional.

Kemampuan humor level dewa ini menjadi ice breaking, pemecah kebekuan komunikasi yang efektif. Dengan humor-humor yang segar itu perbincangan Gus Dur-Clinton menjadi lebih panjang dari jadwal yang sudah ditentukan.

Filsuf Jerman Schopenhauer mengatakan rasa humor adalah salah satu kualitas ilahiah yang ada pada manusia. Karena kualitas humor Gus Dur yang level dewa itu ia dianggap wali oleh banyak kalangan Nahdliyyin. Selera humor Gus Dur yang tinggi menunjukkan kualitas keilahiannya yang tinggi dan sekaligus menunjukkan kualitas kecerdasannya yang mumpuni.

Cak Imin adalah anak didik dan anak asuh Gus Dur. Ia tentu belajar banyak dari Gus Dur. Memang Imin tidak dikenal piawai dalam berhumor, tapi tradisi humor tentu sangat dia pahami. Dan karena itu ia memakainya untuk mengungkapkan wacana politik yang serius seperti penundaan pemilu.

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.