MUNCHEN-KEMPALAN: Semifinal Liga Europa? Mungkin Unai Emery-lah jagonya. Karena sepanjang karirnya melatih klub-klub top Eropa, khususnya klub Spanyol, Emery sudah pernah melangkah ke semifinal Liga Europa enam kali!
Tiga kali bersama Sevilla yang semuanya berakhir dengan gelar juara (2013 – 2016), sekali pada saat masih melatih Valencia CF (2011 – 2012), sekali bersama Arsenal (2018 – 2019), dan sekali ketika musim pertamanya bersama Villarreal CF yang juga berbuah juara (2020 – 2021).
Rabu (13/4), Emery seolah membisikkan mantra “Sim Salabim” di Allianz Arena, Munchen. Dia bersama Raul Albiol dkk melangkah ke semifinal lagi, kali ini di Liga Champions. Bayern dapat mereka singkirkan.
BACA JUGA: Si Kapal Selam Kuning dan Romansa Edisi 2006
Semifinal pertama dalam perebutan Si Kuping Lebar (sebutan trofi juara Liga Champions) yang pernah dijalani Emery sepanjang karir melatihnya. ’’Sensasinya tidak tertandingi,’’ sebut Emery melukiskan kegembiraannya membawa Villarreal lolos ke semifinal lagi setelah edisi 2005 – 2005 silam.
’’Kami mendedikasikan kesukesan besar ini untuk pemimpin proyek, (Fernando) Roig (Presiden Villarreal),’’ lanjut Emery. Mimpi-mimpi besar Roig di Eropa dua musim lalu yang jadi alasan di balik keputusannya merekrut Emery.
Kepercayaan yang sudah dibalas Emery di Liga Europa musim lalu dan sekarang harus dia jawab di semifinal Liga Champions. Sekarang, dia masih harus menunggu calon lawannya dari laga leg kedua lainnya, Kamis dini hari (14/4).
BACA JUGA: Real – Villarreal Buka Jalan Dominasi Wakil Spanyol di Semifinal
Kemungkinan besar Liverpool FC yang akan jadi penghalang terakhir Emery sebelum menjejak ke final lainnya musim ini. ’’Dan kami akan tetap menjalani laga demi laga dengan kerendahan hati,’’ begitulah pria yang dilahirkan di sebuah kota dekat perbatasan Spanyol-Prancis tersebut merendah.
Langkah besar Villarreal kali ini sebenarnya belum terendus sejak awal-awal musim. Sebab, saat fase grup mereka back to back dipecundangi Manchester United. Namun, begitu melaju ke babak knockout, mereka menjelma sebagai klub penakluk raksasa.
Sebelum menyingkirkan Die Roten (julukan Bayern), Villarreal sudah menyingkirkan klub besar dari Serie A, Juventus dalam babak 16 Besar. Bahkan, mereka berpesta tiga gol tanpa balas di kandang La Vecchia Signora (julukan Juve). Kurang ajar, bukan!
Seolah-olah tanpa tekanan besar, Villarreal akan meneruskan mimpinya saat semifinal. ’’Kami hanya ingin bersenang-senang,’’ begitu yang dikatakan Roig setelah keberhasilan timnya melaju ke babak semifinal. Tinggal menunggu Emery mengucap mantra sakti itu kembali: Sim, salabim! (Mundo Deportivo, Yunita Mega Pratiwi)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi