Jumat, 15 Mei 2026, pukul : 06:44 WIB
Surabaya
--°C

Bulan Suci Ramadhan, Puluhan Pemuda Lakukan Aksi Perang Sarung di Sedati Demi Konten

SIDOARJO-KEMPALAN: Sempat viral di sosial media terkait perang sarung yang dilakukan oleh dua kelompok pemuda dengan merekam secara sengaja aksinya. Diketahui bahwa aksi perang sarung tersebut berlokasi di Jalan Raya Desa Pulungan, Kecamatan Sedati, Sidoarjo.

Menanggapi aksi viral di media sosial itu, Kanit Reskrim Polsek Sedati Ipda Bambang Santosa saat dihubungi membenarkan bahwa kejadian perang sarung tersebut terjadi di wilayah Sedati tepatnya di depan Perumahan Candra Mas.

Ia menuturkan jika kejadian perang sarung yang melibatkan dua kubu antara kubu Timur dan Barat tersebut terjadi pada Senin (11/4) dini hari waktu setempat dan sempat menutup akses jalan raya sehingga membuat warga resah.

“Peristiwa perang sarung dilakukan oleh dua kelompok, yaitu kelompok timur (Desa cemandi, Desa buncitan, dan Desa kalanganyar) dengan kelompok barat (Desa kwangsan, Desa pepe, Desa ketajen, Desa wedi, Desa tumapel, Desa pabean, Desa sedati gede, Desa pulungan, Desa buncitan),” papar Ipda Bambang.

Lebih lanjut, Ipda Bambang menjelaskan bahwa dalam aksi perang sarung itu melibatkan sekitar 50 orang pemuda yang mayoritas adalah anak-anak yang masih dibawah umur atau pelajar.

“Ajakan untuk melakukan perang sarung tersebut adalah dengan ketemuan langsung di salah satu warkop di Sedati dan juga melalui WA dan ditelpon oleh orang yang tidak dikenal. Yang selanjutnya kedua kelompok bertemu di depan Alfamart Pulungan (depan Perum Candra Mas) dan terjadi perang sarung dengan menggunakan alat berupa sarung yang sebelumnya sarung tersebut digulung dan diikat ujungnya (bentuk kepalan pada ujungnya). Dimana diketahui kalau antara kedua kelompok tidak ada permasalahan sebelumnya, dan setelah kejadian tersebut juga tidak ada saling dendam dan tidak ada yang merasa menjadi korban,” terangnya.

Tidak hanya itu, Ipda Bambang juga menambahkan jika kedua kelompok itu menganggap perang sarung adalah sesuatu yang seru, sehingga banyak pemuda yang akhirnya ikut-ikutan.

“Perang sarung tersebut ada yang merekam dan mengambil foto, yang kemungkinan akan dijadikan konten. di medsos ( Tiktok dll) yang saat ini banyak digunakan masyarakat,” tutupnya.(Ambari Taufiq)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.