Rabu, 8 Juli 2026, pukul : 20:25 WIB
Surabaya
--°C

Rezim Jokowi Rezim Neo-Orde Baru

Yang kelima, pemerintah semakin memperlihatkan tabiat otoriterisme-nya dan tak ragu dalam menggunakan langkah-langkah represif. Masih hangat dalam ingatan kita, bagaimana ulama-ulama yang lantang ditangkap dan dipenjara, dengan tuduhan yang terkesan mengada-ada. Ingat pula bagaimana desa Wadas dikepung ribuan aparat karena warganya menolak penambangan batu andesit di dekat tempat tinggal mereka. Di dalam peristiwa tersebut 64 warga ditangkap. Ingat pula bagaimana aktivis-aktivis kritis ditangkap menggunakan pasal-pasal karet dari Undang-Undang yang multitafsir. Juga kita lihat bagaimana tindak kekerasan aparat di dalam mengamankan demonstrasi.

Dari Kompas 27 Oktober 2019, Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia mencatat ada 51 orang tewas terkait unjuk rasa sepanjang 2019. Ini adalah data yang mengguncangkan! Dalam penanganan terorisme di sisi lain, rasanya pemerintah menggunakan cara-cara teror itu sendiri. Menurut pakar terorisme Harist Abu Ulya, setidaknya 120 terduga teroris yang tewas dalam proses penangkapan yang dilakukan oleh Densus 88. Dan jangan pernah lupa, pembunuhan enam laskar FPI di KM 50, yang menurut Komnas HAM adalah bentuk unlawfull killing atau pembunuhan di luar proses hukum, yang tergolongan pelanggaran HAM.

BACA JUGA  Kamu Bahagia, Narsisis Terluka

https://www.youtube.com/watch?v=As9IXgrytwM

Studi komparatif yang dilakukan oleh Allen Hicken memaparkan lima macam indeks yang mengukur demokrasi di Indonesia dari berbagai aspek, pada tahun 2008 dan 2018. Kajian ilmiah tersebut menemukan bahwa nilai kelima indeks pada tahun 2018 menurun jika dibandingkan dengan nilai yang tercatat pada tahun 2008. Artinya jelas, ada kemunduran demokrasi di Indonesia pada era pemerintahan Jokowi.

Rezim Jokowi Rezim Neo Orde Baru

Kalau kita amati dengan seksama, fakta dan data yang disampaikan di atas, tampak jelas ada sejarah yang berulang. Keburukan-keburukan di masa Orde Baru lahir kembali di masa rezim Jokowi saat ini dalam wujud yang serupa, dan bahkan dalam beberapa aspek, tampak lebih buruk.

BACA JUGA  Mengapa Penderita NPD Tidak Betah di Hubungan yang Nyaman

Pertama, rezim Orde Baru dan rezim Jokowi sama-sama otoriter; sama-sama menyukai tindakan represif sebagai solusi berbagai masalah, sama-sama menangkap mahasiswa, sama-sama memenjarakan aktivis kritis, bahkan dalam situasi tertentu sama-sama menggunakan timah panas.

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.