Senin, 20 April 2026, pukul : 20:04 WIB
Surabaya
--°C

Catat, Ini Perubahan Aturan Financial Fair Play dari UEFA

NYON-KEMPALAN: Badan sepak bola Eropa (UEFA) sudah mengetok palu tekait perubahan regulasi baru pengganti Financial Fair Play (FFP). Kesepakatan tersebut tercapai di markas besar UEFA di Nyon, Swiss, Kamis waktu setempat (7/4).

Bukannya diperketat, regulasi baru pengganti FFP ini malah cenderung lebih longgar. Baik dari sisi laporan kerugian per tahun yang dicatat masing-masing klub, ataupun dari sisi besaran uang yang dapat mereka gelontorkan setiap tahunnya untuk menggaji karyawan. Termasuk pemain.

Presiden UEFA Alexander Ceferin menyebut, perubahan tersebut erat kaitannya dengan kondisi finansial rata-rata klub Eropa yang terdampak badai Covid-19. ’’Aturan-aturan baru ini yang bisa melindungi permainan dan menyiapkan segala potensi guncangan finansial lagi di masa depan,’’ ungkap Ceferin.

Dari sisi laporan total kerugian misalnya. UEFA membolehkan klub-klub untuk melaporkan nilai kerugian sebesar EUR 60 juta (Rp 939,1 miliar) selama tiga tahun. Atau naik dua kali lipat jika dibandingkan kerugian maksimal sebelumnya.

Begitu juga dengan aturan pengeluaran untuk menggaji staf klub dan para pemain. Dari regulasi yang baru nanti itu bisa menolerir sampai 70 persen. Artinya, pengeluaran gaji pemain tak boleh melebihi dari 70 persen.

Tak berhenti sampai di situ. Aturan ambang batas gaji atau yang dikenal dengan salary cap juga sudah dihapus. Sebelumnya, salary cap diberlakukan untuk mengontrol pengeluaran gaji pemain agar tidak lebih besar dibandingkan pendapatannya.

Menurut rencana, perubahan FFP tersebut belum akan langsung diterapkan pada musim ini. Tapi baru akan diterapkan setelah masa sosialisasi sudah rampung. Setidaknya baru bisa diawali pada musim 2025 – 2026. ’’Kami akan membangun masa depan yang lebih berkelanjutan, dan sambil mendorong investasi yang rasional,’’ sambung Ceferin.

Dengan regulasi baru yang akan diterapkan UEFA tersebut, maka klub-klub dengan pundi-pundi besar seperti Paris Saint-Germain (PSG), Manchester City, Real Madrid, sampai ke Manchester United, bisa diuntungkan dengan regulasi baru ini.

Dua klub yang disebut pertama sudah pernah tersandung kasus FFP dua musim lalu. Tapi, kedua klub tersebut akhirnya dibebaskan dari segala tuduhan terkait dengan adanya pelanggaran FFP itu.  (UEFA, Yunita Mega Pratiwi)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.