MOSKOW-KEMPALAN: Sidang Majelis Umum PBB sedang melakukan voting mengenai resolusi yang diusung oleh AS mengenai penangguhan Rusia dari Dewan HAM PBB karena adanya tuduhan melakukan genosida.
Secara ringkas, isi resolusi yang akan dilakukan voting pada Jumat berisikan sebuah kekhawatiran mengenai kelanjutan HAM dan krisis kemanusiaan di Ukraina—karena adanya pelanggaran dari Rusia dengan tindakannya yaitu kekerasan sistematik dan pelanggaran HAM.
Untuk dapat disetujui, resolusi tersebut membutuhkan 2/3 suara di Sidang Majelis Umum PBB.
Dengan adanya hal tersebut, Rusia merasa panik karena terancam semakin dikucilkan dalam dunia internasional.
Rusia kemudian menebarkan ancaman bahwa negara-negara di dunia harus memilih “Tidak” atau Abstain (Tidak voting).
Jika melanggar, maka akan termasuk dalam daftar negara yang tidak ramah dan akan berpengaruh pada hubungan bilateralnya.
Rusia juga sudah memberikan pendapatnya bahwa tindakan AS dan mitranya tersebut merupakan tindakan yang murni berasal dari politik.
AS dan mitra ingin mengusir Rusia karena ingin menjaga posisi dominannya dan melakukan kontrol di dunia.
Rusia juga menganggap bahwa AS dan mitra akan melanjutkan politik Neo-Kolonialisme dan merasa terancam karena prioritas utama Rusia di dunia internasional adalah melindungi dan mempromosikan HAM.
“AS mengeksploitasi krisis di Ukraina demi keuntungannya sendiri—dengan cara mengeluarkan Rusia dari institusi internasional” ucap Gatilov, juru bicara misi diplomatik Rusia.
Untuk menonton berjalannya sidang, dapat dilihat di:
(Muhamad Nurilham, Aljazeera)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi