Memadukan Rukyat dan Hisab
Jemaah Tarekat Naqsabandiyah yang berada di Sumatera Barat (Sumbar) menentukan awal waktu Ramadhan, dengan melihat bulan yang dilakukan sejak bulan Rajab dan Sya’ban, kemudian juga memadukannya dengan menggunakan Metode Hisab Munjid, dimana setiap tahun tarekat ini selalu mulai puasa lima hari lebih cepat dari tahun sebelumnya.
Jemaah An-Nadzir populer di Sulawesi Selatan (Sulsel). Kelompok Islam ini selalu menyita perhatian karena punya metode perhitungan sendiri dalam menetapkan 1 Ramadan hingga Lebaran yang kerap lebih awal. Mereka tinggal di sebuah perkampungan di Kabupaten Gowa, Kota Makassar.
Tarekat Naqsabandiyah mulai puasa pada tahun 2021 bertepatan dengan hari Senin, maka tahun 2022 ini penentuan 1 Ramadan bertepatan dengan hari Jumat 1 April 2022. Artinya, jemaah Tarekat Naqsabandiyah di Sumatera Barat akan melaksanakan salat tarawih malam ini, Kamis (31/2/2022).
Metode perpaduan juga digunakan oleh Jemaah An-Nadzir, yakni dengan menyaksikan bulan ditambah dengan penghitungan tersebdiri.
Pemantauan 1 Ramadan 1443 Hijriah sudah dilakukan jamaah An-Nadzir dengan mencermati Bulan Purnama, yakni pada tanggal 14, 15, dan 16, hingga saat ditentukannya pergantian bulan. Selain itu juga komunitas ini mencermati pergerakan pasang surut air laut. Hal ini mengingat adanya gravitas Bulan yang menyebabkan pasang surutnya air laut.
Berdasarkan pantauan itu mereka mengestimasikan perpisahan bulan Syaban ke Ramadan pada Jumat (1/4) sekitar pukul 14.30 Wita. Maka, pada hari Jumat 1 April 2022 sudah terjadi perpisahan bulan Syaban ke Ramadan. Karena pergantian bulan terjadi di pertengahan hari, maka jamaah An-Nadzir sudah mulai berpuasa untuk menyambut Ramadan. Namun hitungan puasa penuh baru masuk pada Sabtu, sehingga diputuskan Ramadan bertepatan dengan hari Sabtu 2 April 2022.
Selanjutnya: Empat Awalan Ramadan, Empat Kali Lailaltul Qadar?

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi