LUSAKA-KEMPALAN: Pada hari Senin (4/4), dunia media sosial di Afrika dikagetkan dengan salah satu pemimpin dari negara Afrika bagian Selatan yaitu Zambia. Hal tersebut terjadi karena Presiden Hichilema ternyata tidak menerima gaji selama 8 bulan terakhir.
Diketahui bahwa Presiden Zambia yaitu Hakainde Hichilema tidak menerima gaji selama 8 bulan—dengan alasan bahwa kepentingan terbesarnya adalah untuk melayani rakyatnya.
Hal tersebut divalidasi oleh Kementerian Zambia yang mengurusi permasalahan gaji aparatur.
Ia mengatakan kepada reporter bahwa tujuan utamanya menjadi presiden bukanlah karena ekonomi.
“Permasalahan gaji menjadi tidak penting karena uang tidak menjadi motivasi saya untuk menjabat” ucap Hichilema kepada reporter, melansir dari Aljazeera.
“Saya tidak terlalu memikirkannya (Gaji). Tujuan dan motivasi besar saya adalah untuk dapat memberikan kehidupan yang baik kepada semua warga” ucap tambahnya.
Hakainde Hichilema yang berumur 59 tahun merupakan seorang pebisnis dan ekonom.
Ia menjadi presiden Zambia setelah selama 15 tahun terakhir bertarung dengan presiden petahana sebelumnya yaitu Presiden Edgar Lungu.
Dalam kampanyenya, ia memberikan janji untuk menyembuhkan kembali ekonomi di Zambia yang terganggu karena adanya korupsi besar-besar.
Selain itu ia juga mengatakan akan memberikan lapangan pekerjaan kepada pemuda Zambia.
Salah satu kritikus Zambia mengatakan bahwa tindakan Hichilema tersebut hanyalah sebagai gestur kemanusiaan karena Zambia sedang kesulitan secara ekonomi.
Kritikus tersebut kemudian mengatakan bahwa tindakan tersebut bukanlah suatu yang revolusioner.
Di sisi lain, meskipun tidak digaji, jumlah kekayaan Hichilema mencapai Jutaan USD dan dikatakan memiliki sumber penghasilan utama dari industri hotel dan peternakan.
(Muhamad Nurilham, Aljazeera)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi