MALANG-KEMPALAN: Sudah bukan rahasia umum lagi, masyarakat Indonesia mempunyai tradisi yang melekat akan berburu takjil. Terutama pada waktu-waktu menjelang berbuka puasa.
Berbuka puasa dengan gorengan menjadi favorit banyak orang, horengan seakan menjadi menu buka puasa yang harus ada dan tidak boleh terlewatkan.
Dengan tingkat konsumsi yang dinilai tinggi saat Ramadan, hal ini menjadi peluang bagi para penjual makanan maupun minuman, terutama gorengan.
Biasanya saat Ramadan, menjelang sore hari lapak penjual gorengan dan aneka menu berbuka puasa bermunculan di pinggir jalan.
Berbuka puasa terasa kurang jika tidak ada gorengan, di mana makanan satu ini seakan menjadi menu primadona yang tidak boleh terlewatkan di kalangan masyarakat Indonesia.
Akan tetapi, pada bulan Ramadan kali ini mungkin cukup berat bagi para penjual dan penikmat gorengan itu sendiri. Jangan kaget jika bulan Ramadan ini membeli gorengan cukup merogoh isi dompet kita lebih dalam. Hal ini dikarenakan naiknya harga minyak goreng yang semula Rp14.000 per liter kini dikembalikan ke harga keekonomisan dikisaran Rp.28.000 per liter.
Kenaikan harga minyak goreng tersebut pastinya membuat para pedagang gorengan menaikan harganya. Ini disebabkan minyak goreng menjadi bahan dasar dalam membuat gorengan.
Pada saat ini, sepertinya penjual gorengan sedang dilanda dilema. Harga dinaikan takutnya kurang laku, harga tetap penjual bisa rugi.
Siasat-siasat diluncurkan untuk memastikan penjual dan penikmat gorengan sama-sama di untungkan. Bisa dengan mengiris tempe setipis kartu ATM yang saldonya menyedihkan.
Atau bisa dengan mengurangi isi dari tahu isi yang biasanya banyak sayurannya kini di minimalkan dan sesuaikan dengan harga minyak yang sedang naik.
Apapun itu bentuk siasat para pedagang gorengan semoga keadaan ini cepat berlalu, dan pemerintah juga mulai mengatur strategi agar masyarakat tenang dalam menjalani ibadahnya di bulan yang suci ini. (Moch. Alfaizi)
Editor: Reza Maulana Hikam

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi