Sabtu, 18 April 2026, pukul : 03:26 WIB
Surabaya
--°C

Dikalahkan Verstappen, Leclerc: Setiap Balapan Harus Seperti Ini

JEDDAH-KEMPALAN: Pebalap Scuderia Ferrari Charles Leclerc gagal meneruskan kedigdayaannya di lintasan balap Formula 1 musim ini. Setelah mendominasi dalam seri pembuka di Bahrain International Circuit, Sakhir, sepekan yang lalu, Leclerc gagal menyabet podium tertinggi dalam Grand Prix Arab Saudi, Senin dini hari (28/3).

Leclerc hanya mampu mempertahankan status sebagai pebalap dengan rekor putaran tercepat. Tidak demikian dengan hasil balapan Minggu yang “dicuri” pebalap juara bertahan Formula 1 Max Verstappen. Bahkan, Leclerc dan Mad Max (julukan Verstappen) hanya terpaut 0,549 detik.

Selisih yang lebih pendek dibandingkan dengan di Sakhir. Saat itu, Leclerc yang jadi pemenang bisa unggul 5,598 detik dari pebalap pesaing terdekatnya, Carlos Sainz Jr. Sekadar diketahui, Sainz Jr merupakan rekan setim Leclerc di Scuderia Ferrari.

BACA JUGA: Kisah Verstappen yang Khawatir Pasca Ledakan di Jeddah

Makanya, ini yang membuat arti dari balapan di Jeddah Corniche Circuit, Jeddah, itu bermakna spesial bagi pebalap berkebangsaan Monako tersebut. Terutama untuk peta persaingan antar pebalap dalam perebutan gelar juara Formula 1 musim ini.

“Itu (finis sebagai runner up) tidaklah cukup untuk hari ini. Tapi ya Tuhan, aku sangat menikmati balapannya,” sebut Leclerc yang sedang menikmati akselerasi mobilnya Ferrari F1-75 dalam awal-awal musim balapan Formula 1 musim ini tersebut.

“Sekali lagi, itu balapan yang sangat sulit tetapi masih berjalan dengan adil. Setiap balapan musim 2022 seharusnya bisa berjalan seperti ini. Itu akan terasa menyenangkan,” sambung pebalap yang berusia 24 tahun tersebut.

BACA JUGASenjata “Menyerang” Red Bull-Mercedes, Begini Tampil Terbaru dari Ferrari F1-75

Leclerc berkisah tentang upayanya memenangi dua seri balapan Formula 1 di Jeddah tersebut. Terutama untuk terus mempertahankan jarak dengan pebalap Oracle Red Bull Racing itu, atau bahkan berusaha menyalipnya.

“Aku mencoba memasang DRS ketika tikungan terakhir. Itu hanya berhasil dua kali, tetapi itu tidak untuk percobaan yang terakhir,” terang Leclerc yang belum pernah back to back memenangi dua seri balapan pertama awal musim Formula 1 tersebut.

Dia membeberkan kelemahan F1-75. “Kami cepat di tikungan tapi cukup lambat ketika berada di trek lurus, karena kami lebih banyak memberikan downforce, jadi sangat sulit untuk menutupi Max di trek lurus,” tutur Leclerc.

Verstappen mengakui trik cerdas pada tikungan terakhir yang memenangkannya atas Leclerc. Hanya pebalap berkebangsaan Belgia itu tak menampik jika dirinya dianggap diuntungkan dengan yellow flag saat lap terakhir. “Akhirnya aku berhasil unggul,” cetus Verstappen yang gagal finis di Bahrain lalu itu. (Formula 1, Yunita Mega Pratiwi)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.