JAKARTA-KEMPALAN: Mengikuti obrolan emak-emak dalam beberapa group WA, saya mendapatkan kesan bahwa mereka sudah ogah lagi memilih presiden yang dipenuhi dengan pencitraan. Menurutnya calon presiden yang dibangun dengan pencitraan ternyata kenyataannya tidak seperti yang ketika dilihat, Apalagi kalau belum apa apa di setiap ketemu masyarakat, lalu bagi bagi uang dan sembako, seolah- olah baik. Calon yang seperti ini biasanya minim prestasi dan banyak bohongnya, tak bisa menepati janji.
Emak-emak millenial ini ternyata tidak hanya paham urusan dapur, tapi mereka juga paham urusan-urusan politik yang ada di sekitarnya.
Mereka akan responsif dengan hal-hal yang berkaitan dengannya, misalkan urusan kelangkaan sembako.
Kasus hilangnya minyak goreng dipasaran menjadi topik hangat dikalangan mereka. Bahkan ketika Megawati, Ketua PDIP memberi saran bahwa tidak semua bahan makanan yang dikonsumsi harus digoreng, bisa dengan cara direbus, mereka jawab dengan parodi merebus kerupuk dan komentar-komentar bernada kritis dan lucu.
Emak-emak kelompok ini tidak bisa dianggap biasa-biasa saja, mereka melek tehnologi dan mereka terangkai dalam komunitas yang berjejaring. Sehingga keberadaan mereka harus diperhatikan dan dirawat sebaik mungkin. Mereka tak butuh bujuk rayu uang maupun sembako, mereka bahkan rela berkorban demi yang diidolakan.
Sikap Anies yang apa adanya, santun, berkomitmen dan tidak ingkar janji selama memimpin Jakarta ternyata menjadi daya tarik tersendiri, sehingga emak-emak ini cinta mati kepada Anies. Meminjam kata-kata millenial saat, elu mau ngomong apa tentang Anies, Gue nggak mau pikirin. Karena mereka sangat percaya kepada Anies, Anies tak pernah berbohong dan ingkar.
Elektabilitas Anies yang semakin naik dan semakin mendapatkan kepercayaan dari masyarakat, tentu harus dilebarkan dengan langkah-langkah nyata Anies menyapa dan mendekati mereka. Sehingga ada baiknya disisa massa tugas Anies yang sekarang ini, Anies bisa memaksimalkan kemanfaatannya dengan mendekatkan pikiran dan batin kepada mereka.
Sudah saatnya Anies menegaskan bukan hanya milik masyarakat Jakarta saja, Anies milik seluruh masyarakat Indonesia.
Anies adalah anugerah bagi bangsa Indonesia, ditengah keringnya rasa keadilan, hancurnya moralitas bangsa dengan korupsi, kolusi, nepotisme dan melabrak konstitusi, tercabiknya rasa persatuan dan kesatuan bangsa, Anies hadir sebagai sosok yang melawan sikap itu semua.
Anies menghadirkan keadilan di Jakarta, Anies melawan oligarki dan KKN antara pejabat dan pengusaha, Anies mampu merawat kebhinekaan dan menghadirkan persatuan antar ummat dan suku di Jakarta, bahkan ditengah ambisi kekuasaan dengan cara-cara kotor melawan konstitusi, Anies menegaskan tak akan mau menjadi pemimpin tanpa melalui proses yang diamanahkan konstitusi melalui pemilu. Anies hadir bak oase dan memberi pesan, bersama Anies bangsa Indonesia akan menghadirkan keadilan, persatuan, keberpihakan, pemerintahan yang bersih dan berpihak kepada rakyat.
Semoga saja Mas Anies tetap istiqomah dengan sikapnya dan mampu menjaga kepercayaan masyarakat, utamanya emak-emak Indonesia. (*)
Editor: DAD

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi