Sabtu, 9 Mei 2026, pukul : 18:12 WIB
Surabaya
--°C

KSO Migas Blok Ketapang Madura, PJU vs TMB Bergulir di Pengadilan

KSO Migas Blok Ketapang Madura

JAKARTA-KEMPALAN – Permohonan pembatalan kerjasa operasi (KSO) antara PT Petrogas Jatim Utama (PJU) dengan Trimitra Bayani (TMB) akan memasuki putusan sela. Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan yang menyidangkan perkara ini berkomitmen menegakkan keadilan.

Pernyataan itu disampaikan Haruno Patriadi, SH, MH, Humas PN Jakarta Selatan. “Intinya, majelis hakim berkomitmen menegakkan keadilan,” tegas Haruno, belum lama ini

Haruno menjelaskan, sidang sudah berjalan, mulai 22 September 2021. Pada tanggal 30 Maret 2022 akan memasuki putusan sela. Putusan sela untuk merekomendasi pengadilan mana yang berhak menyidangkan perkara ini. Apakah PN Jakarta Selatan, atau justru PN Surabaya.

“Jadi sekali lagi, ini belum memasuki pokok perkara. Jadi saya tidak bisa banyak memberi keterangan, kita ikuti saja perkembangannya,” ujar Haruno.

Perkara ini berawal dari Laporan Hasil Audit Investigatif BPKP Perwakilan Jawa Timur Atas Pembentukan & Pelaksanaan Perjanjian KSO PT Petrogas Jatim Utama (PT. PJU) dan PT.Trimitra Bayani (PT TMB) Nomor LAINV- 316/PW13/5/2021 tanggal 10 Juni 2021.

Perjanjian itu disinyalir terdapat penyimpangan prosedur hukum dalam pembentukan dan pelaksanaan perjanjian dan apabila perjanjian tetap dilaksanakan berdampak pada terjadinya kerugian negara ratusan miliar.

PT Trimitra Bayani sebagai perusahaan baru yang tak memiliki pengalaman di bidang migas.

KSO antara PT PJU dan PT Trimitra Bayani diduga melanggar ketentuan Keputusan Menteri Dalam Negeri dan Otonomi Daerah No.43 Tahun 2000 Tentang Pedoman Kerja Sama Perusahaan Daerah dengan Pihak Ketiga.

Dalam perjanjian KSO tersebut tidak memenuhi prinsip kerja sama yang saling menguntungkan.

Selain itu, pemilihan rekanan pihak ketiga dinilai kurang bonafid dan kredibel. Termasuk sebelum dilakukan KSO, tidak dusertai dengan studi kelayakan bisnis sebagai prasyarat mutlak sebagaimana diwajibkan dalam ketentuan Kemendagri tersebut.

PT. Tri Mitra Bayani merupakan perusahaan Baru. Tidak pernah mempunyai pengalaman profesional mengerjakan projek pengelolaan migas sama sekali.

Ditambah lagi dalam pelaksanaan proyek, diketahui PT. Tri Mitra Bayani tidak melaksanakan kewajibannya sama sekali.

Lebih ironis, pembagian hasil keuntungan PT. Tri Mitra Bayani memperoleh keuntungan jauh lebih besar senilai 90 persen.

Sedangkan  Perusahaan Daerah Jawa Timur PT. Petrogas Jatim Utama (PJU) hanya memperoleh pembagian keuntungan sebesar 10 persen dari pendapatan usaha.

Seperti diketahui,  PT. Petrogas Jatim Utama adalah sebuah perusahaan daerah (BUMD) Pemprov Jawa Timur pada tahun 2012 telah menjalin kerjasama dengan PT. Tri Mitra Bayani (TMB) yang diketahui perusahaan milik Politikus Golkar, Setya Novanto.

KSO itu terkait dengan pengelolaan, pembangunan infrastruktur dan perdagangan gas di wilayahnya Blok Ketapang, Madura.

KSO tersebut saat ini bergulir di pengadilan dengan perkara gugatan perdata pembatalan oleh PT. Petrogas Jatim Utama (BUMD) Pemprov Jatim melalui Tim Jaksa Pengacara Negara Kejati Jawa Timur di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dengan Register No. 731/Pdt.G/2021/PN.Jkt.Sel. (holili/hambali)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.