Minggu, 3 Mei 2026, pukul : 21:43 WIB
Surabaya
--°C

Bang Toyib

Lebaran 2022 ini seharusnya menjadi sinar di ujung terowongan yang membuat lega. Tetapi rupanya pemerintah masih belum benar-benar melepas masyarakat untuk menikmati sinar itu. Syarat wajib booster akan menjadi penghambat bagi pemudik untuk bisa menikmati lebaran dengan leluasa.

Presiden Jokowi sendiri yang mengumumkan persyarakat itu Rabu (24/3). Ini menunjukkan bahwa keputusan ini serius. Selain mewajibkan booster Jokowi juga melarang kegiatan yang bisa menimbulkan kerumunan seperti buka puasa bersama atau bukber, dan open house saat lebaran.

BACA JUGA: Dukun MotoGP

Bulan Ramadan adalah bulan istimewa, saat untuk berkumpul dengan keluarga dan handai tolan.  Bukber adalah bagian dari tradisi Ramadan yang sudah mengurat-mengakar di masyarakat. Ramadan tanpa bukber terasa akan ada yang hilang.

Selama sebulan masyarakat muslim akan menikmati konsumsi lebih dari biasanya. Konsumsi rumah tangga dalam bentuk belanja bahan makanan naik rata-rata 17 persen selama Ramadan. Sedangkan konsumsi lain seperti pakaian untuk lebaran bisa naik sampai 47 persen.

Angka kenaikan ini nyata. Multiplier effect ekonomi Ramadan dan lebaran akan sangat berarti dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional. Perputaran uang selama mudik mencapai triliunan rupiah. Even ini harusnya dimaksimalkan oleh pemerintah sebagai momen kebangkitan ekonomi pasca-pandemi.

Open house biasanya dilakukan oleh pejabat atau tokoh masyarakat. Presiden Jokowi melakukannya di Istana sebelum masa pandemi. Rakyat datang berhalal bihalal dan bersilaturrahmi. Tradisi ini juga dilakukan oleh pejabat di level nasional maupun daerah.

BACA JUGA: Ada Lord Luhut…

Selama pandemi Jokowi melarangnya. Mungkin alasannya untuk efisiensi dan menghindari pemborosan. Larangan ini seharusnya hanya berlaku untuk kalangan pejabat saja. Untuk kalangan masyarakat yang hendak melakukan halal-bihalal dengan keluarga dan kerabat seyogyanya diberi keleluasaan.

Dua tahun lebaran masyarakat dilarang mengadakan halal-bihalal. Dan hal ini terasa sangat mengurangi kebahagiaan lebaran. Tradisi masyarakat muslim Indonesia sangat lekat dengan halal-bihalal dan saling bermaaf-maafan. Anak-anak akan berhalal bihalal dengan sungkem kepada orang tua. Keluarga yang lebih muda akan sowan kepada yang lebih sepuh untuk halal bihalal dan sungkem meminta maaf atas semua kesalahan.

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.