Kamis, 14 Mei 2026, pukul : 20:20 WIB
Surabaya
--°C

Mengenang Mohammad Hatta, Wakil Presiden Bijak Sepanjang Masa

Namun, nampaknya Jepang kurang suka dengan Hatta dan terdengar desas-desus bahwa mereka berupaya untuk membunuhnya. Akan tetapi, ketika berkunjung ke Tokyo, Jepang bersama Sukarno dan Ki Bagus Hadikusumo, Hatta justru mendapatkan penghargaan Bintang Ratna Suci Kelas III.

Selama jalan menuju dan mempertahankan kemerdekaan, Mohammad Hatta juga memainkan peran yang sangat aktif dalam dunia politik. Ia menjadi salah satu orang yang tanda tangan dalam naskah Proklamasi 1945 bersama Sukarno, menjadi wakil presiden, dan sempat menjadi perdanam menteri pada masa Revolusi Indonesia, yang mana dirinya mencanangkan program Rekonstruksi dan Rasionalisasi yang ditujukan pada militer.

Sukarno & Hatta bahkan mencapai istilah Dwitunggal, namun Hatta mengundurkan diri sebagai wakil presiden pada 1956 karena berselisih pendapat dengan Sukarno. Setelah itu, ia mulai fokus pada ilmu pengetahuan.

Meskipun aktif di panggung politik, Hatta juga menorehkan banyak karya. Menurut Fadli Zon dalam bukunya Pemikiran Ekonomi Kerakyatan Mohammad Hatta, pikiran ekonomi alumnus Rotterdam ini terkumpul dalam buku Pemikiran Pembangunan Bung Hatta. Pemikirannya pun diwarnai oleh tiga pembentuk utama: tradisi Minangkabau, pemikiran Islam, dan pemikiran Barat.

Guru agama Hatta adalah ulama ternama dari Tanah Minang, Syaikh Djamil Djambek, sementara pemikiran Barat terbentuk selama ia belajar, terutama ketika di Belanda.

Dalam pola pikir Hatta, ekonomi memiliki tempat khusus. Hal ini terlihat dalam tulisannya di Daulat Rakyat yang dikutip oleh Fadli, Hatta menuliskan bahwa pergerakan nasional perlu memperhatikan ekonomi rakyat yang mana politik dan ekonomi harus saling mendukung. Ia juga secara ekstensif menuliskan tentang Malaise dan dampaknya terhadap perekonomian rakyat di Indonesia di bawah pemerintah kolonial.

Hatta bertahan di masa Orde Baru dan pernah berupaya membangun partai bersama Deliar Noer namun gagal. Ia wafat pada usia 77 tahun, tanggal 14 Maret 1980, tepat hari ini, 42 tahun yang lalu. Ia ditetapkan menjadi pahlawan nasional pada tahun 1986. (Reza Hikam)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.