Jumat, 17 April 2026, pukul : 16:43 WIB
Surabaya
--°C

Anies dan Spirit Api Perjuangan Bung Karno

Oleh: Isa Ansori (Kolumnis)

KEMPALAN: Bung Karno dikenal sebagai orang yang mempunyai spirit membela orang kecil. Cindy Adam, Penulis buku biografi Bung Karno pernah menuliskan bahwa sewaktu Bung Karno tinggal di Bandung, si Bung berjumpa dengan seorang petani bernama Marhaen.

Singkat cerita pada perjumpaan tersebut, Bung Karno bercakap-cakap perihal pekerjaan tani kang Marhaen. Kang Marhaen yang hanya punya lahan sempit dan bermodalkan cangkul saja tidak dapat memenuhi kebutuhan ekonomi keluarganya.

Dari perjumpaan dengan Kang Marhaen tersebut, muncullah landasan pemikiran Bung Karno yang disebut dengan Marhaenisme. Pemikiran ini memiliki spirit untuk membebaskan orang-orang kecil, kaum miskin dan buruh kota maupun buruh tani dari penindasan.

Spirit anti kolonialisme model Bung Karno ini mewakili kesusahan yang dialami oleh penduduk negara jajahan yang bekerja kepada perusahaan-perusahaan asing dengan upah yang sangat murah. Di berbagai penjuru daerah, banyak orang pribumi yang bekerja kepada perkebunan milik Belanda ataupun investor Eropa lainnya dalam kondisi melarat dan menyengsarakan.

BACA JUGA: Anies Tak Bisa Dibendung Lagi

Zaman boleh berubah, tapi sejarah selalu berulang, hanya pelaku dan waktu yang membedakan.

Dua puluh dua tahun paska reformasi 1998, bangsa ini mengalami ketidakpastian. Pemerintah yang seharusnya bertugas menyejahterakan warganya ternyata terbukti tidak mampu menjalankan. Justru rezim semakin menghamba kepada kepentingan asing dan aseng.

Negara seperti tak berdaya menghadapi itu semua. Omnibus Law adalah bukti nyata. Beberapa kajian kritis atas undang-undang ini menyimpulkan bahwa roh dari undang-undang ini adalah bagian dari upaya mengundang investor asing secara besar-besaran masuk ke Indonesia. Harapannya adalah membuka lapangan kerja sebesar-besarnya, namun kenyataan adalah sebaliknya. Investasi yang masuk juga mensyaratkan tenaga kerja menggunakan tenaga dari negara investor, khususnya investasi yang berasal dari China. Selain itu harapan banyaknya lapangan kerja yang muncul ternyata juga dibarengi dengan pengikisan hak-hak pekerja. Previllege yang diberikan kepada pengusaha lebih besar dibandingkan dengan jaminan kesejahteraan yang akan diberikan kepada para pekerja.

BACA JUGA: Bangkit Melawan Menangkan Anies Baswedan

Perundang-undangan yang akan mendatangkan situasi hilangnya rasa kemanusiaan ini tentu saja banyak ditolak oleh masyarakat terutama kaum buruh. Kita harus kembali pada sila keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Semangat ini adalah pengejawantahan dari spirit Bung Karno yang berpihak kepada masyarakat kecil yang dilemahkan. Mencegah pelanggaran konstitusi adalah tugas kita bersama. Kita semua berharap bahwa pemerintah dijalankan sesuai dengan rel dan cita-cita konstitusi.

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.