Kamis, 4 Juni 2026, pukul : 16:45 WIB
Surabaya
--°C

Bangkit Melawan Menangkan Anies Baswedan

Oleh: Isa Ansori (Kolumnis)
KEMPALAN: Reformasi mengamanatkan kepada kita semua bahwa kedepan Indonesia harus menjadi negera yang bersih dari korupsi, kolusi dan nepotisme. Karena akibat KKN inilah bangsa Indonesia mengalami keterpurukan selama pemerintahan dijalankan oleh rezim Orde Baru.

Paska Reformasi yang sudah 22 tahun ini, apa yang menjadi cita-cita reformasi semakin pudar dan bahkan semakin berbanding terbalik, reformasi dipermalukan, jasad para pejuang reformasi yang meninggal atau yang belum ditemukan dihinakan. Sisa-sisa Orde Baru bersama Komunis Gaya Baru menjadi penumpang gelap reformasi. Mereka berkolaborasi menjadi pengkhianat dan menggarong reformasi.

Lebih aneh lagi aktivis, intelektual dan partai politik yang lahir dari rahim reformasi menjadi pelacur dan penjilat di kaki oligarki. Lengkap sudahlah keterpurukan reformasi.

BACA JUGA  Refleksi Kepemimpinan Perempuan, SD Muhammadiyah 3 Ikrom Gali Inspirasi Wabup Sidoarjo

BACA JUGA: Anies Pemimpin Taat Konstitusi

KKN tidak lagi malu-malu. Anak dan kerabat pejabat berlomba memanfaatkan fasilitas untuk mengeruk keuntungan pribadi dan kelompok. Tak ada lagi malu yang disematkan. Semua berjalan seolah menjadi kewajaran.

Keadilan…. Ah jangan bicara tentang keadilan, apalagi kedamaian. Semua bisa diatur dengan uang. Keadilan hanya milik para oligarki, rakyat dibuat sekarat dan melarat.

Kedamaian hanyalah ilusi dari mereka yang tak punya harapan. Bagaimana bisa damai kalau keadilan saja tidak didapatkan. Mereka yang berada di lingkaran oligarki inilah yang merasakan kenyamanan.

Aparat yang semestinya menjadi garda depan menjaga negara, tak lagi ada. Mereka sibuk mengabdi kepada penguasa, karena iming-iming jabatan dan jaminan oligarki.

BACA JUGA  SPMB Jatim Dibuka, Khofifah Sebut Kuota Negeri Hanya 39,3 Persen

BACA JUGA: Jakarta Wakafkan Anies untuk Indonesia

Lalu akankah dibiarkan negeri ini semakin terpuruk ditangan rezim yang tak lagi punya moral dan etika bernegara. Tentu tidak.

Kita masih punya mahasiswa yang idealis, kita masih punya aktivis yang kritis, dan kita masih memiliki intelektual yang tak takut dicekal dan kita juga masih memiliki barisan kaum buruh yang mencintai negeri. Masih banyak manusia merdeka yang mencintai negeri ini.

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.