Menjelang derasnya gelombang reformasi 1998, kita punya tokoh-tokoh yang cinta negeri yang kemudian menjadi lokomotif reformasi.
Saat ini ketika bangsa sudah mengalami pembelahan, keterpurukan, keadilan menjadi barang langkah, kedamaian menjadi sesuatu yang mahal, di Jakarta masih kita dengar ada kelompok intelektual, aktivis dan kaum buruh yang masih berdiri tegak merdeka, melawan kecongkaan rezim yang semakin barbar dan tak terkendali. Dan di Jakarta pula kita mendapatkan sosok pemimpin harapan yang akan bersama menyelamatkan Indonesia melawan kerakusan pejabat dan penguasa yang berselingkuh dengan oligarki. Dia adalah Gubernur Jakarta, Anies Baswedan. Sosok yang ditakuti rezim rakus dan oligarki.
BACA JUGA: Menanti Presiden Tanpa Pencitraan
Anies berdiri tegak bersama rakyat melawan kerakusan oligarki dan penguasa jahat. Anies adalah harapan, dipundak Anies masa depan Indonesia disemayamkan.
Apa yang bisa diharapkan dari rezim yang mengangkangi reformasi ini, rakyat dibuat melarat, rakyat dibuat sekarat, ironi di sebuah negeri penghasil sawit, lalu minyak goreng langkah. Ironi disebuah negeri yang banyak memproduksi kedelai, tempe menjadi barang langka dan masih banyak ironi-ironi negeri yang memalukan. Entah apakah mereka masih punya malu.
BACA JUGA: Menata Surabaya Menjadi Kota Humanis
Konstitusi yang sudah membatasi kekuasan saja, tak malu diporak porandakan atas nama Demokrasi, padahal Demokrasi itu sendiri yang melarang. Ah mereka semakin bejat mengumbar syahwat. Kedaulatan rakyat pun diembat.
Mari bersatu kawan untuk melawan, tak ada lagi pilihan kecuali hanya satu kata…. LAWAN! Menangkan Anies Baswedan untuk Indonesia berkeadilan. (*)
Editor: DAD

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi