Bagi Anies di sebuah negara demokratis tidak boleh ada pemimpin yang ditugaskan tanpa melalui proses Demokrasi, proses pemilu. Anies adalah tipe pemimpin yang taat konstitusi dan bermoral. Menjaga etika demokrasi. Seharusnya pemimpin seperti itu, tidak memanfaatkan kekuasaan untuk kepentingannya sendiri apalagi oligarki.
Anies hadir sebagai sosok pemimpin teladan yang mampu menjaga konstitusi dan suasana bernegara yang demokratis. Bagi Anies menjaga sistim bernegara yang baik adalah hal yang mulia dibanding harus memaksakan kehendak untuk mempertahankan kekuasaan.
BACA JUGA: Menata Surabaya Menjadi Kota Humanis
Korupsi dan kekuasaan, ibarat dua sisi dari satu mata uang. korupsi selalu mengiringi perjalanan kekuasaaan dan sebaliknya kekuasaan merupakan “pintu masuk” bagi tindak korupsi. inilah hakikat dari pernyataan Lord Acton, guru besar sejarah modern di Universitas Cambridge, Inggris, yang hidup di abad ke-19.
Di tengah suasana bernegara yang carut marut, ugal-ugalan menerobos aturan-aturan demi kepentingan kekuasaan yang pragmatis, bangsa ini butuh hadirnya seorang pemimpin yang taat konstitusi dan sanggup menjaganya. Anies hadir sebagai sosok pemimpin yang dibutuhkan itu.
Semoga saja akal sehat dan nurani bangsa ini masih terjaga, sehingga mampu membedakan pemimpin yang taat konstitusi dan pemimpin yang bermain-main dengan konstitusi. (*)
Editor: DAD

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi