Ketika kedua kalinya itulah Prof Zainal langsung mengambil dari sakunya dan memberikan konsep sederhana dua lembar di kertas berukuran kecil kepada Presiden dan diberikan lagi kepada ajudannya.
“Saya berbicara sedikit ke beliau, dan mendoakan semoga bapak Presiden sehat selalu, semoga sukses terus memimpin bangsa dan negara ini. Itu saja pembicaraan, tidak ada yang lain, sampai kami foto bersama dan akhirnya beliau meninggalkan masjid,” sebut Prof Zainal merendah.
Prof Zainal Abidin mengungkapkan, khotbahnya itu pada intinya dia menceritakan bahwa Islam itu selalu memberi solusi yang terbaik. Islam itu cinta dan damai. Islam itu ajaran kasih sayang, sehingga dia memulai khotbahnya dengan definisi Islam menurut Syekh Yusuf Al Makassari.
“Jadi definisi Islam itu menurut Syekh Yusuf, Islam itu mengantar kebaikan ke hati manusia. Dia tidak menyebut ke hati orang Islam, tapi ke hati orang lain atau manusia lain. Itu yang saya maksudkan, orang berislam itu seharusnya begitu,” terangnya.
Dalam khutbahnya Prof Zainal juga menekankan untuk menghargai suatu perbedaan dan mengedepankan persamaan di bangsa ini.
Kemudian beberapa quotes di khotbah Prof Zainal Abidin juga berbunyi, Islam sepatutnya membahagiakan pemeluknya, jika Islam tidak membahagiakan pemeluknya kemungkinan ada sesuatu yang salah dalam memahami Islam. Biarlah ada perbedaan agama, biarlah masing-masing memiliki cara berdoa sendiri-sendiri, biarlah Tuhan disebut dengan berbagai nama, biarlah Tuhan dilukiskan dengan bermacam-macam bentuk, biarlah kemudian Tuhan dinyanyikan dalam semua bahasa dan dalam keberagaman lagu. Biarlah semua tumbuh subur, karena sesungguhnya yang kita cari adalah rahmat dan kasih Tuhan. (Murtalib)
Editor: Muhammad Tanreha

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi