Senin, 20 April 2026, pukul : 09:43 WIB
Surabaya
--°C

Tidak Menyangka Catatan Khotbahnya Diminta Presiden, Prof Zainal: Padahal Itu Hanya Coretan Biasa

PALU-KEMPALAN: Ada momen menarik bahkan langka, saat kunjungan Presiden Joko Widodo atau Jokowi ke Kota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah pada Jumat (25/2). Rombongan Jokowi pilih salat Jumat di Masjid Almuqorrabin Kompleks Bandara Mutiara Sis Aljfuri Palu. Saat itu yang menjadi khatib Ketua MUI Kota Palu Prof Dr. H Zainal Abidin MAg. Diam diam Presiden Jokowi tertarik dengan isi khotbah Rais Syuriyah PBNU yang juga mantan Rektor pertama IAIN Palu sekarang berubah menjadi UIN Palu.

Usai salat Jumat rupanya Jokowi yang justru mendatangi Prof Zainal dan meminta langsung naskah khotbah yang ditulis tangan tersebut.

Prof Zainal Abidin kepada Kempalan com menjelaskan, bahwa sehabis salat jumat rombongan Presiden langsung menjama salat Ashar, yang dipimpin langsung oleh Presiden sendiri. Sehingga dirinya dan jamaah lain duduk saja, sambil berzikir tidak mengeraskan suara. Ketika Presiden sudah selesai memimpin salat jama itu, mulailah imam masjid menganjurkan membaca al-fatihah. Lalu imam membaca doa dan selesai berdoa semua jamaah berdiri.

“Seperti biasa kan. Kita tidak berani mendekati Presiden, karena ada protokol apalagi masa pandemi. Tapi beliau berjalan ke arah saya, tapi saya tidak yakin kalau saya yang dihampiri, karena di samping saya ada Gubernur, Walikota, menteri dan pejabat lainnya, tapi dengan jarak satu meter dia menghampiri dengan salam yang tidak bersentuhan itu, lalu tiba-tiba beliau bilang bagus khotbahnya, mana konsepnya,” kata Guru Besar UIN Palu menirukan ucapan Presiden kepada Kempalan.com, Sabtu (26/2).

Awalnya Prof Zainal mengaku, belum berpikir kalau Presiden meminta konsep khotbahnya, tapi dia menganggap ada sesuatu yang lain diminta. Namun kedua kalinya Presiden berkata lagi, mana konsepnya atau coretannya tadi ke Prof Zainal.

“Saya sudah yakin bahwa yang diminta ini konsep khotbah saya. Walaupun sebenarnya pak Presiden itu tidak menyaksikan saya di atas podium, karena posisi duduknya di sebelah kiri saya ketika khotbah, sehingga mimbar itu terhalang kalau di sebelah kiri ujung, mungkin beliau menganggap saya membaca utuh. Padahal saya hanya mencatat garis besarnya saja,” jelas Prof Zainal yang juga ketua FKUB Sulteng.

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.