Bagi kota Saint Petersburg, kerugian setelah pencabutan hak menjadi tuan rumah final Liga Champions ini diperkirakan akan berada di angka puluhan juta Euro, karena terkait dengan industri perhotelan, restoran, aktivitas turis, dan bidang jasa-jasa lain seperti keamanan, hospitalitas, dan terutama sponsorship.
Sepak bola bukan sekadar olahraga. Sepak bola bisa menjadi sarana untuk memahami seluk-beluk politik global dalam perang dan damai. Penggemar Premier League tentu mengenal Roman Abramovich pengusaha Rusia pemilik klub Chelsea. Abramovich adalah bagian dari oligarki Rusia di bawah kepresidenan Vladimir Putin yang sudah menguasai Rusia hampir 20 tahun.
Putin, mantan agen intelijen KGB Uni Soviet, dianggap membajak reformasi demokratis Rusia sejak Uni Sovietruntuh pada 1991. Dengan jaringan intelijennya yang kuat Putin menguasai partai politik dan menyingkirkan lawan-lawan melalui pemenjaraan dan pembunuhan.
BACA JUGA: Lord Luhut
Ketika Uni Soviet ambruk, perusahaan-perusahaan milik negara dilelang dengan murah dan diberikan kepada pengusaha-pengusaha kroni yang dekat dengan elite politik komunis. Abramovich termasuk pengusaha yang ketiban rezeki nomplok karena dekat dengan oligarki.
Rusia secara resmi adalah negara demokrasi. Tetapi Putin menjadikannya sebagai demokrasi-diktatorial. Ia mengubah undang-undang yang memungkinkannya menjadi presiden nyaris seumur hidup. Ia juga berambisi menyaplok negara-negara tetangga bekas Uni Soviet yang merdeka dan mandiri, seperti Ukraina. Invasi terhadap Ukraina ini menunjukkan wajah totaliter Putin.
BACA JUGA: Margiono (1959-2022)
Rusia menginvasi Krimea pada 2014 dan menganeksasi menjadi bagian dari Rusia. Ukraina melawan aneksasi itu dan terjadi perang dahsyat. Rusia memenangkan perang dan merebut Krimea dan memasukkan ke dalam wilayah kekuasaannya. Dunia internasional tidak mengakui aneksasi itu dan Krimea tetap diakui sebagai wilayah Ukraina.
Putin menunjuk kroni-kroni kepercayaanya seperti Alexander Dyuko untuk memimpin perusahaan BUMN minyak sekaligus memimpin PSSI-nya Rusia. Dari sini terlihat bagaimana Putin menjadikan sepak bola sebagai kendaraan politik.
Jurnalis Amerika Serikat Franklin Foer menulis mengenai politik dunia dan globalisasi ‘’How Soccer Explains the World: An Un Likely Theory of Globalization (2004). Foer mengupas tentang fenomena globalisasi yang dikaitkan dengan dunia sepakbola.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi