Usulan Penundaan Pemilu 2024, Banyak Menuai Kritik

waktu baca 2 menit
Muhaimin Iskandar, Ketum PKB yang mengusulkan penundaan Pemilu 2024. (DPR RI)

JAKARTA-KEMPALAN: Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar mengusulkan untuk menunda dan mengundurkan Pemilu 2024 supaya momentum perbaikan perekonomian usai pandemi menjadi stagnan, karena perekonomian Indonesia mulai membaik.

“Ditunda satu atau dua tahun agar momentum perbaikan ekonomi ini tidak hilang dan kemudian tidak terjadi Freeze untuk mengganti stagnasi selama dua tahun masa pandemi,” ujarnya pada Rabu (23/2) seperti yang dikutip Kempalan dari Ini Balikpapan.

Usulan dari Cak Imin, sapaan akrab Muhaimin Iskandar, menuai banyak kritik dan penolakan dari berbagai pihak yang berkelindan dengan dunia politik Indonesia.

Melansir JPNN, Pramono Ubaid Tanthowi, Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPK) mengatakan usul penundaan Pemilu 2024 tidak dapat diwujudkan, karena konstitusi mensyaratkan pelaksanaan pemilu digelar sekali dalam lima tahun.

“Kan, dalam konstitusi disebut pemilu dilaksanakan lima tahun sekali. Jadi, persoalannya bukan sekadar UU Pemilu, tetapi soal konstitusi,” kata Pramono pada Kamis (24/2) seraya menambahkan, akan ada kekosongan jabatan ketika Pemilu 2024 diundur, karena legislatif dan eksekutif akan berakhir jabatannya pada Oktober 2024.

Adapun, Partai Demokrat melalui Kepala Badan Komunikasi Strategis Herzaku Mahendra Putra meminta Presiden Jokowi dan partai pendukungnya untuk fokus pada upaya pemulihan ekonomi daripada menciptakan kegaduhan di tengah masyarakat.

“Lebih baik Pemerintah dan para pendukungnya fokus pada upaya pemulihan ekonomi. Bukan malah membuat gaduh tiap bulan. Gaduh terus tiap bulan, malah mengaduk-aduk konstitusi, bagaimana ekonomi bisa pulih?” kata Herzaky pada Rabu (23/2) seperti yang dikutip Kempalan dari Kompas.

Menurut Wartakotalive, Achmad Baidowi, Ketua DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mengutarakan bahwa pihaknya sedang mengkaji terkait usulan tersebut, baginya, semangat reformasi harus tetap dijaga walaupun pemilu pernah dimajukan atau diundur di Indonesia.

Effendi Choirie dari Partai Nasdem menyatakan bahwa usulan penundaan Pemilu 2024 akan merusak tatanan demokrasi di Indonesia dan hanya akan menimbulkan kemudaratan untuk rakyat. Ia menduga usulan itu dalam rangka kepentingan politik praktis dan oligarki yang membahayakan negara. (Ini Balikpapan/Kompas/JPNN/Wartakotalive/Info Indonesia, Reza Hikam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *