ANKARA-KEMPALAN: Presiden Turki yaitu Recep Tayyip Erdogan melakukan telepon secara langsung dengan Presiden Rusia yaitu Putin dan mengatakan bahwa pihak Turki tidak mengakui dan menyetujui adanya tindakan agresif dari Rusia yang mengancam kedaulatan Ukraina.
Erdogan memperingati Putin bahwa tindakannya di Ukraina hanya membawa konflik baru.
Erdogan menekankan bahwa tindakan Rusia tidak dapat dibenarkan karena tindakannya akan melanggar persatuan politik, kedaulatan dan integritas Ukraina.
Ia kemudian mengatakan bahwa konflik tidaklah menguntungkan siapapun dan kemudian mendesak pihak Ukraina dan Rusia utnuk segera bermediasi.
“Presiden Erdogan—yang baru saja melakukan panggilan dengan Putin mengatakan bahwa konflik yang ada harus sebisa mungkin diselesaikan melalui dialog. Ia menekankan pentingnya penggunaan diplomasi yang menjadi garda terdepan, dan juga berharap bahwa pihak Turki dapat melanjutkan posisinya yang konstruktif kepada NATO” ucap juru bicara Presiden Erdogan, melansir dari Aljazeera.
Turki merupakan negara anggota NATO dan memiliki hubungan yang sangat baik terhadap Ukraina dan Rusia.
Pada saat ini juga Turki menentang adanya pengakuan Rusia terhadap dua wilayah separatis.
Kemudian juga terkait Konferensi Tingkat Tinggi Munich yang baru saja berjalan beberapa hari lalu, Erdigan mengatakan bahwa pertemuan tersebut tidaklah efektif.
Menurutnya, KTT Munich hanyalah sebuah pertemuan NATO biasa dan tidak apa upaya untuk menyelesaikan permasalahan.
“Menurut saya, Konferensi Munich tidak lebih merupakan pertemuan NATO” ucap Erdogan, melansir CNBC.
(Muhamad Nurilham, Aljazeera/CNBC)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi