MOSKOW-KEMPALAN: Kelompok separatis yang dibelakangi oleh Rusia yang berada di daerah Donetsk dan Luhansk selama 8 tahun terakhir sudah diakui kemerdekaannya oleh Putin ditengah naiknya tensi konflik antara Rusia-Ukraina.
Terdapat beberapa hal yang perlu diketahui mengenai keberadaan dua daerah tersebut yang kemudian akan dibahas dalam artikel berikut.
Pengakuan Internasional
Sejauh ini, baru Kuba, Venezuela, Nikaragua dan Suriah yang bergabung dengan Rusia dalam konteks pengakuan kemerdekaan Donetsk dan Luhansk.
Neo-Stalinisme
Di pusat kota Donetsk, terdapat patung dari penemu Soviet yaitu Vladimir Lenin berukuran 13.5 Meter yang masih berdiri hingga saat ini.
Kemudian, pengaruh Stalin yang merupakan penerus Lenin masih sangat kuat di daerah ini dengan bukti bahwa konstitusi negara tersebut mengimplementasikan pemikiran-pemikiran Stalin.
Hukuman mati juga dapat ditemukan di beberapa pasal yang ada yang kemudian membuat daerah ini bisa dikatakan sebagai Totalitarian.
Akses yang ketat
Selama 8 tahun belakangan, sangat tidak mungkin bagi warga asing yang berupaya untuk memasuki kedua daerah tersebut. Bahkan warga Ukraina asli pun harus melewati Rusia terlebih dahulu jika ingin berkunjung.
Seseorang yang ingin mengunjungi kedua daerah tersebut juga harus menyogok pejabat setempat sebesar 100 USD dalam jangka waktu tertentu.
Kemudian juga di daerah ini, terdapat polisi rahasia yang selalu mengawasi perkataan hingga telepon dan pesan SMS.
Gulag Modern
Melansir dari Aljazeera, ketika ada seseorang ataupun pebisnis yang menolak untuk “Mendonasikan” sebagian asetnya untuk kepentingan daerah tersebut, maka akan dibawa ke “Gudang bawah tanah”.
Meskipun bukan sebuah Kamp konsentrasi, namun tindakan yang dilakukan hampir sama ketika era Great Terror di rezim Stalin.
(Muhamad Nurilham, Aljazeera)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi