Hegemoni itulah yang dilawan oleh Bung Karno dengan mengumandangkan semangat revolusi yang belum selesai. Sebagai seorang orator ulung Bung Karno menciptakan jargon-jargon perjuangan yang dimaksudkan untuk menggelorakan semangat rakyat. Bangsa tempe bukan sebutan yang menghina, tetapi lecutan untuk membangkitkan semangat.
Bung Karno dengan tegas mengatakan ‘’Malaysia kita ganyang, Inggris kita linggis, Amerika kita setrika’’. Ungkapan itu menunjukkan upaya perjuangan Bung Karno untuk membawa Indonesia bebas dari hegemoni, bukan sekadar lepas dari dominasi dalam bentuk penjajahan.
Bung Karno menganggap Malaysia sebagai bentuk hegemoni dari kekuatan penjajah. Karena itu Bung Karno mengumumkan konfrontasi terhadap Malaysia. Bung Karno menentang Inggris dengan ancaman linggis dan menolak Amerika dengan ancaman setrika. Itu adalah ekspresi Bung Karno untuk menolak hegemoni negara-negara imperialis yang tidak rela kehilangan pengaruh dan kekuasaannya.
BACA JUGA: 2024 Ikut Jokowi
Hegemoni itu dilanjutkan dengan wajah yang lebih bersahabat ketimbang penjajahan. Hegemoni dilakukan dengan cara memberikan bantuan ekonomi kepada negara-negara yang baru merdeka. Alih-alih memberi bantuan, negara-negara imperialis itu memasang jebakan dalam bentuk ‘’debt trap’’ yang akan menyulitkan negara-negara baru itu.
Bung Karno tanpa ragu menolak bantuan-bantuan itu. Go to Hell with your Aids. Pergi ke neraka dengan bantuan-bantuanmu itu. Sebuah perlawanan yang keras dan tegas oleh Bung Karno. Dengan menampik bantuan itu Bung Karno menepis munculnya hegemoni sebagai bentuk penjajahan baru.
Penjajahan dalam bentuk dominasi sudah menjadi barang kuno bagian dari masa lalu. Tapi, penjajahan dalam bentuk hegemoni masih terus terjadi. Kekuatan kapitalisme global sekarang menjadi kekuatan utama yang melakukan hegemoni dengan menumpangi proses globalisasi.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi