Ada waduk-waduk yang dibangun di berbagai daerah yang akan bisa mengairi ribuan hektar sawah dan kebun, yang akan menghasilkan padi dan buah-buahan yang akan menyejahterakan seluruh rakyat. Ada jalan raya bebas hambatan yang mulus, ada pelabuhan, ada bandara, ada rel kereta api cepat. Semuanya dibangun untuk memuluskan hidup rakyat.
Rakyat dihibur oleh perhelatan MotoGP. Rakyat gembira ria mendapatkan hiburan kendati tidak mampu membayar tiket ke Mandalika. Sebagaimana zaman Romawi kuno, pertunjukan gladiator dengan kereta kuda ala Ben Hur dipakai untuk menggeser perhatian rakyat dari berbagai keruwetan politik, para gladiator modern sekarang mengganti kereta kuda dengan motor 500cc.
BACA JUGA: Banteng vs Celeng
Di dalam dunia simulasi, manusia mendiami suatu ruang realitas, dimana perbedaan antara yang nyata dan fantasi, yang asli dan yang palsu sangat tipis. Manusia kini hidup dalam ruang khayali, yang nyata sebuah fiksi yang faktual. Realitas-realitas simulasi menjadi ruang kehidupan baru dimana manusia menemukan dan mengaktualisasikan eksistensi dirinya.
Lihatlah dunia digital, disitu dunia simulasi tampil secara sempurna. Inilah ruang yang tak lagi peduli dengan kategori-kategori nyata, semu, benar, salah, referensi, representasi, fakta, citra, produksi, reproduksi, semuanya lebur menjadi satu dalam silang sengkarut tanda.
Dalam media sosial, realitas tidak hanya diproduksi, disebarluaskan atau direproduksi, bahkan juga dimanipulasi. Realitas simulasi seperti ini membentuk sebuah kesadaran baru bagi masyarakat, yang sudah tidak bisa membedakan lagi citra dengan kenyataan, dan bahkan mereka tidak peduli.
Sebuah poster digital menggambarkan separo wajah Jokowi dan separo wajah Soeharto. Ada humor dan ada ironi disana. Ada yang menganggapnya tidak serius dan hanya melihatnya sebagai lelucon.
Tapi, seperti kata Baudrillard, sejarah yang berulang akan menjadi lelucon. Tetapi, lelucon yang berulang akan menjadi sejarah. (*)
Editor: Reza M. Hikam

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi