LOMBOK TENGAH-KEMPALAN: Ada cerita menyentuh yang tersisa dari debut Pertamina Mandalika International Street Circuit, Lombok Tengah, jadi tuan rumah tes pramusim kedua di MotoGP 2022, akhir pekan lalu (11 – 13 Februari).
Ceritanya melibatkan mantan Gubernur NTB Tuan Guru Bajang (TGB) dengan seorang personel Brimob. TGB yang asyik menyaksikan tes pramusim MotoGP dari atas bukit 360 di Mandalika, Lombok, bersama petinggi Indonesia Tourist Development Centre (ITDC) Pari Wijaya.
Dari video yang telah viral pada Selasa (15/2), TGB ditegur lantaran berada di kawasan terlarang untuk umum mengabadikan para pebalap yang melintas sekaligus berswafoto. Baru selesai TGB berswafoto, dia tiba-tiba didatangi personel Brimob bersenjata lengkap.
Personel yang diketahui bernama Jumatri itu meminta TGB dan rombongan meninggalkan lokasi tersebut. ’’Silakan kalau sudah selesai foto supaya langsung kembali. Ini bukan tempat umum,’’ kata anggota Brimob tersebut.
Pari Wijaya sebenarnya sudah memberikan penjelasan. Dia kemudian menghampiri Jumatri dan menunjukkan tanda pengenal (ID Card). Dia menjelaskan kalau ada tamu istimewa dan mengaku sudah mengantongi izin kartu warna merah.
’’Izin pak, saya pegawai ITDC. Saya izin bawa tamu,’’ kata Pari Wijaya tanpa menyebutkan jika tamu istimewa yang dia maksud tersebut adalah TGB. Jumatri pun balas menjawab ucapan Pari Wijaya tersebut. ’’Iya betul pak, saya tahu, saya juga menjalankan tugas,’’ begitu jawaban Jumatri.
Baca Juga
Ramai-Ramai Gaet Dukungan Fans Lokal, Pebalap MotoGP pun Pakai Bahasa Indonesia
Lampu Hijau Bagi Penonton Saat Debut Sirkuit Mandalika
Ini Tantangan Sirkuit Mandalika Bagi Pebalap MotoGP saat Pramusim Kedua
Belajar dari Tes Pramusim, Ini Yang Dilakukan Sebelum MotoGP 2022
TGB yang belum juga membuka maskernya hanya menatap Jumatri, lalu bertanya asal Jumatri. ’’Bapak dari mana, pak?’’ tanya TGB. ’’Saya dari Lombok Tengah, pak. Tepatnya di Jabar,’’ jawabnya.
Mendengar jawaban Jumatri, semua tampak bingung. Begitu pula TGB. Dia pun bertanya lagi ke Jumatri. ’’Jabar di mana maksudnya, pak?’’ tanya TGB.
’’Janapria Barat, pak,’’ jawaban Jumatri itu kemudian memancing gelak tawa TGB beserta para rombongannya.
TGB pun lalu berujar: ’’Dulu ada tuan Guru Athar, tapi sudah wafat,’’
Nah, dari situlah kemudian Jumatri termenung mendengarkan kata-kata TGB.
’’Kenal pak. Sebentar dulu. Ini pak Gubernur, ya? tanya Jumatri kepada TGB yang mengenakan topi dan masker. TGB tak menjawab apa-apa. Beliau hanya menatap Jumatri.
Jumatri pun kaget dan langsung mencium tangan politisi Partai Golkar tersebut. Dia mengangkat helmnya sambil meletakkan tangan TGB di keningnya.
’’Ya Allah, ampun tuan guru, tiang tidak tanda, tiang sering ikut pengajian tuan guru. Maafkan tiang, tuan guru,’’ kata Jumatri sambil melepaskan maskernya.
TGB membalasnya dengan mengelus-elus pundak Jumatri. Beliau balik memuji profesionalitas dan ketegasan Jumatri ketika menjalankan tugasnya. Jumatri pun tak henti-hentinya mengucap kata maaf kepada TGB.
’’Tidak, tidak apa-apa bapak sudah menjalankan tugas dengan amanah,’’ ucap TGB kemudian mengajak Jumatri berfoto berdua.
Sambil memeluk Jumatri, TGB berjalan meninggalkan lokasi. Sesekali beliau menanyakan soal keamanan sirkuit Mandalika kepada Jumatri. Sepanjang jalan sampai TGB naik ke mobilnya, Jumatri masih tak berhenti meminta maaf.
Dia bahkan sampai meneteskan air mata. ’’Sudah lama saya tak bertemu TGB, kerinduan saya sangat terobati,’’ kata Jumatri.
Kisah menyentuh ini diunggah Muhlisin dalam akun Facebook per tanggal 13 Februari 2022 dan viral di media sosial. (Instagram, Yunita Mega Pratiwi)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi