Jumat, 10 Juli 2026, pukul : 05:53 WIB
Surabaya
--°C

Horor Proyek Waduk Bener yang Meresahkan Warga Wadas Jateng

Horor Proyek Waduk Bener Jateng

Kericuhan kesekian kali ini terjadi saat akan dilakukan pengukuran lahan untuk kepentingan proyek pembangunan Bendungan Bener di Desa Purworejo, Selasa (8/2/2022).

Pada saat pengukuran, di dekat masjid Desa Wadas berkumpul kerumunan warga antara warga yang pro dan kontra konflik keributan antara kedua belah pihak.

Namun karena menghalangi petugas, beberapa warga yang akan anarkhis dan akan melawan serta diketahui membawa sajam diamankan. Ada 23 orang yang diamankan dan langsung dibawa ke Polsek Bener untuk dilakukan interogasi.

Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) mengecam tindakan polisi terhadap warga setempat.

“Dari fakta di lapangan YLBH menyatakan sikap mengecam keras polisi masuk kampung dan mengintimidasi warga Desa Wadas, menolak pengukuran di Desa Wadas, menolak penambangan quarry di Desa Wadas untuk pembangunan Bendungan Bener, dan mengecam tindakan penangkapan sewenang-wenang terhadap warga Wadas yang dilakukan oleh Polres Purworejo,” kata Kabid Advokasi YLBHI Zainal Arifin dalam keterangan tertulis, seperti dikutip sindonews.

Selasa, 8 Februari 2022, pasangan suami-istri dari Desa Wadas yang kebetulan akan ke Kota Purworejo melewati depan Polsek Bener dan mendapati bahwa kondisi jalan sudah dipenuhi dengan mobil polisi. Saat sedang sarapan di sekitaran lokasi tersebut, mereka didatangi polisi dan dibawa ke Polsek Bener. Istrinya kemudian melarikan diri dan sampai ke Desa Wadas, sedangkan suaminya hingga saat ini masih belum diketahui keberadaannya,” sambung dia

BACA JUGA  Eri Cahyadi Jelaskan SILPA, PAD, hingga Konser Ricuh

Hingga akhirnya pada pukul 09.00 WIB tadi, petugas dari Badan Pertanahan masuk ke Desa Wadas untuk melakukan pengukuran. Zainal menyoroti pengawalan yang dilakukan polisi.

“Mereka dikawal oleh ribuan polisi yang masuk pada sekitar pukul 10 pagi. Polisi juga merobek seluruh banner dan poster perlawanan warga. Sejak pukul 10 pagi hingga saat ini, seluruh akses jalan ke Desa Wadas dipenuhi polisi dan warga terkepung,” ucapnya.

Penjelasan Polda Jateng

Pengerahan personel polisi dan TNI ke Desa Wadas, Purworejo, menuai sorotan. Polda Jawa Tengah (Jateng) pun memberikan penjelasan

Polda Jateng buka suara terkait kehadiran petugas gabungan di lokasi. Polda Jateng menyatakan pengawalan tersebut dilakukan atas permintaan tim BPN.

Pernyataan itu disampaikan Kabid Humas Polda Jateng Kombes M Iqbal Alqudusy. Iqbal menyebut permintaan itu disampaikan Kepala Kanwil BPN Jateng saat beraudiensi dengan Kapolda Jateng, Senin (7/2) pagi.

BACA JUGA  Kali Tebu Dibenahi, Bulak Banteng Kini Aman

“Kepala BPN menyatakan kepada Kapolda bahwa Proyek Pembangunan Waduk Bener tercantum dalam Perpres No 109 Tahun 2020 tentang Perubahan Ke-3 atas Perpres No 3 Tahun 2016 tentang Percepatan Pembangunan Proyek Strategis Nasional. Untuk itu, Polda Jateng dan stakeholder terkait diminta membantu,” ujar Iqbal hari ini

Iqbal menyebut ada ratusan personel yang disiagakan di lokasi. Dia menyebut kegiatan pengukuran luas tanah yang rencananya dibebaskan saat ini luasnya mencapai 124 hektare.

“Sekitar 250 personel gabungan sudah disiapkan dari unsur TNI-Polri dan Satpol PP. Saat ini sudah standby di lokasi. Adapun kegiatan pengukuran masih berlangsung dan berjalan lancar,” tambahnya.

Berdasarkan pantauan detikJateng di lokasi,, aparat yang berjaga tampak membawa tameng, gas air mata, dan anjing K-9. Petugas gabungan itu kemudian berbagi tugas, sebagian besar berjaga-jaga di jalan sekitar masjid kampung di mana warga menggelar istigasah, sedangkan lainnya mengawal warga bersama pihak BPN untuk melakukan proses pengukuran. (ham)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.