Jumat, 10 Juli 2026, pukul : 05:05 WIB
Surabaya
--°C

Horor Proyek Waduk Bener yang Meresahkan Warga Wadas Jateng

Horor Proyek Waduk Bener Jateng

KEMPALAN-Sejak April 2021. Sejumlah warga Desa Wadas, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah ditangkap aparat keamanan karena menolak lahan pertaniannya dibebaskan untuk penambangan batu adesit.

Luas tanah yang akan dibebaskan seluas 124 hektar. Lahan itu untuk galian C sebagai bahan material proyek Wadung Bener dengan lokasi di Kabupaten Purworejo.

Para warga Desa Wadas tetap menolak dengan alasan penambangan galian C di desanya akan merusak sumber mata air dan sawah, lantaran sebagian besar mata pencaharian mereka adalah petani.

Mereka menganggap lahan itu adalah sumber kehidupan mereka dan ketika ditambang berarti menghilangkan penghidupan Wadas yang berada di kawasan perbukitan Manoreh tersebut

Kericuhan 23 April itu masih menyisakan trauma bagi warga Wadas. Belum sirna bayang-bayang penangkapan warga. Pada November 2021 aparat berseragam lengkap kerap datang ke lokasi warga sambil penangkapan warga Wadas yang menolak.

BACA JUGA  Apresiasi Program Khitanan Massal, Sahrin Hamid: Perempuan Bergerak Refleksikan Pilar Kasih Sayang

Selama 28 hari petugas berseragam lengkap dengan menenteng senjata laras panjang terus muncul. Kedatangan aparat itu membuat warga terutama ibu-ibu dan anak-anak mulai resah.

Perwakilan warga Wadas yang tergabung di Kawula Muda Desa Wadas (Kamudewa) mendatangi Kantor Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Yogyakarta, Kotagede, Kota Jogja, Kamis (4/11/2021).

Seperti dikutip suarajogja.id, Arafah perwakilan Kamudewa membeber prilaku aparat kepolisian saat konferensi pers di Walhi.

Katanya, intensitas aparat ke desa wadas nyaris saban hari. Pada September sampai November hampir tiap hari. “Ada 16 kali kedatangan aparat yang kami himpun selama berjaga,” terang Arafah kepada wartawan, Kamis, dikutip suarajogja.id.

Kerapnya aparat datang ke desa Wadas membuat trauma. Sebab, rombongan polisi yang terdiri sekitar 12-13 orang tersebut datang menggunakan seragam lengkap dan membawa senapan laras panjang.

BACA JUGA  Ketika Jejaring Alumni Tak Lagi Sekadar Nostalgia

Karena itu, Arafah meminta agar aparat kepolisian tidak perlu mendatangi desa dengan alasan yang tidak jelas. Mereka juga mendesak kepolisian menegakkan prinsip-prinsip HAM dan menghargai penolakan warga terhadap penambangan batu andesit di desa setempat.

 Next: Proyek Waduk Bener

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.