SIDOARJO-KEMPALAN: Setelah menggelar evaluasi antara Komisi D DPRD Sidoarjo bersama Dinas Kesehatan serta sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait pelaksanakan PTM disepakati dilakukan pelacakan ke Sekolah-sekolah yang siswa-siswi serta staf pengajar terpapar Covid-19. pelacakannya menggunakan tes antigen secara acak dengan melibatkan tenaga kesehatan 27 Puskesmas se
-Sidoarjo.
Upaya ini merupakan hasil tindak lanjut dari rapat evaluasi pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM). Apalagi, di sejumlah sekolah di Sidoarjo ditemukan siswa terpapar Covid-19.
“Rapat evaluasi ini sebagai respon sejumlah pihak terkait atas meningkatnya penyebaran Covid-19 di Sidoarjo. Termasuk siswa di beberapa sekolah yang terdeteksi terpapar Covid-19 varian Omicron,” ujar Tirto Adhi.
Tirto menjelaskan pelaksanaan PTM tetap mengacu pada keputusan Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 menteri dan petunjuk pelaksanaan surveillance PTM terbatas.
BACA JUGA: Salah Satu Siswa Terpapar Covid-19, Pemkab Langsung Adakan Tracing di SD AL Muslim
“Nah, di dalam kedua peraturan itu sudah jelas isinya. Kalau positif rate dalam satu sekolah kurang dari 5 persen, maka yang dilakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) hanya di kelas siswa yang terkonfirmasi positif Covid-19,” imbuh mantan Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Pemkab Sidoarjo ini.
Selain itu, kata Tirto untuk mengetahui kondisi siswa di sejumlah sekolah di Sidoarjo, pihak Dinas Kesehatan melalui 27 puskesmas bakal melacak dan melakukan tracing di sejumlah sekolah. Yakni dengan menggelar tes antigen kepada siswa dan siswi serta staf pengajar secara acak di beberapa sekolah.
“Kita akan dilakukan tes antigen dari puskesmas. Setiap puskesmas akan melakukan tes antigen bagi 100 siswa. Mari kita lihat hasilnya seperti apa dulu,” tegasnya.
Sementara Ketua Komisi D DPRD Sidoarjo M Dhamroni Chudlori meminta digelar evaluasi secara berkelanjutan terkait adanya pelajar yang terpapar Covid-19.
“Kami tunggu hasil tesnya dari puskesmas seperti apa. Karena soal pandemi ini, semua pihak tidak bisa berandai-andai. Untuk mencegah penyebaran Covid-19 dibutuhkan kerjasama semua pihak untuk lebih ketat menerapkan protokol kesehatan. Satgas Covid-19 di sekolah dan desa juga harus memperketat protokol kesehatan,” ujar Ketua Komisi D DPRD Sidoarjo ini. (Ambari Taufiq)
Editor: Muhammad Tanreha

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi