Jumat, 15 Mei 2026, pukul : 21:26 WIB
Surabaya
--°C

Omicron dan Paradoks Presiden Jokowi

Semua itu terkonfirmasi dalam data RS yang lumpuh tak mampu menampung jumlah pasien yang meledak. Juga, terkonfirmasi lewat ambulans yang mengantar jenazah untuk dimakamkan, mengantre hingga dinihari di pekuburan. Di Ibu Kota saja Pemrov DKI sampai membuka lahan pemakaman baru untuk menampung ledakan itu.
Siapa yang menjamin kasus penularan di Tanah Air sekarang adalah varian Omicron. Kalau bukan?

Trauma masyarakat akibat pengalaman dua tahun hadapi pandemi, tidak mudah dihapus begitu saja. Biarpun Presiden menyatakan penyebaran virus terkendali, sulit mereka percaya. Seruan supaya isolasi mandiri di rumah saja, tidak bisa mencegah mereka menyerbu di RS. Masih segar dalam ingatan di awal-awal pandemi ketika Presiden sendiri dan menteri- menterinya menganggap sepele pandemi Covid19 ini. Jejak digitalnya masih rapi tersimpan.
” Tidak diobatin pun sembuh,” kata Menteri Kesehatan, Dr Terawan, waktu itu.

Wapres Maruf Amin sarankan, sudah baca saja doa qunut. Menteri Perhubungan suruh mengonsumsi nasi kucing. Namun, apa yang terjadi kemudian? Data per hari Jumat (4/2) kemarin yah, total kasus positif 4.446.694. Kematian: 144.453 jiwa. (*)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.