Jumat, 15 Mei 2026, pukul : 21:25 WIB
Surabaya
--°C

Omicron dan Paradoks Presiden Jokowi

Kementerian Kesehatan sendiri telah menyatakan Indonesia -akan memasuki gelombang ketiga pandemi Covid-19 setelah libur Natal dan Tahun Baru. Menkes Budi Gunadi Sadikin, bahkan sudah memprediksi situasi yang pahit. Jika masyarakat tak mematuhi protokol kesehatan, maka jumlah kasus positif harian bisa menembus 100 ribu. Dia perkirakan itu akan terjadi di awal sampai pertengahan Februari. Dan, benar : memang itu yang terjadi sekarang.

Sebagai respons atas situasi terkini, Kamis (3/1), Presiden pun cepat tanggap. Ia tampil “live” lewat kanal YouTube Istana untuk kembali mengingatkan masyarakat. Katanya, ia telah memerintahkan Menko Marinves, Luhut Binsar Panjaitan (Koordinator Penangagan Covid19 Jawa-Bali) dan Menko Ekuin, Airlangga Hartarto (Koordinator Luar Jawa) untuk mengevaluasi PPKM.

Sikap tanggap Presiden disampaikan selang sehari setelah Presiden berkunjung di Pasar Porsea, Kabupaten Toba, Sumatera Utara Rabu (2/2).

Menurut laporan media, sayangnya, dalam kunjungan itu Presiden dan rombongan terlibat kerumunan warga yang menyambut. Kita sayangkan, karena itu paradoks dengan pernyataan dengan fakta yang di lapangan. Itulah paradoks Jokowi. Kita sudah mencatat banyak paradoks sebelumnya. Seperti ketika memerintahkan membuka pembatas kunjungan luar negeri. Juga saat menetapkan target 100 ribu penonton balap motor di Sirkuit Mandalika, Lombok, NTB, di tengah ancaman lonjakan kasus Covid-19.

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.