Politisi Minta Maaf
Komedian Narji banting stir jadi politisi. Itu berita tahun selanjutnya, sejak peristiwa sikapnya mendukung pencopotan baliho. Ia memilih Partai Keadilan Sejahtera (PKS) jadi sandaran pilihan. Tidak perlu aneh melihatnya. Justru menjadi aneh jika PKS berharap masuknya Narji akan mampu mendulang suara lebih. Rasanya kok tidak, ya?
Muncul banyak komen, bahwa memilih PKS itu seperti langkah salah kamar buat Narji. Pun PKS salah memberi kamar untuknya. Dan itu lagi-lagi tentang pencopotan baliho, dan Narji bagian dari kelompok yang riang gembira dengan pencopotan baliho itu. Bisa juga disebut kelompok yang sinis pada Habib Rizieq Shihab, dan tentunya FPI. Sedang PKS dikenal sebagai partai yang berdekatan dengan Habib Rizieq Shihab.
Maka, Narji pada satu kesempatan perlu meminta maaf atas lakunya yang lalu sebagai pendukung copot baliho. Di kantor DPD PKS Tangerang Selatan di hadapan masyarakat yang hadir, ia sampaikan permintaan maaf dengan balutan canda, meski terasa kering getir.
“Saya berharap masyarakat mau memaafkan saya. Istri saya saja memaafkan saya, yang punya tampang kayak gini.”
Maaf sih memang mudah diberikan, meski memori di pikiran tidak bisa dihilangkan begitu cepat. Biarlah waktu yang akan menghapus jejak yang pernah dibuatnya. Tidak persis tahu apa jejak itu bisa di hapus, atau justru tetap mengendap tak mau pergi. (*)
Editor: Reza Maulana Hikam

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi