Data Jenis Kekerasan Terhadap Anak Tahun 2021 di Jatim yang dihimpun oleh LPA Jatim
| No | Jenis Kekerasan
|
Tahun | |
| 2020 | 2021 | ||
| 1 | Seksual | 66 | 101 |
| 2 | Anak Berhadapan Hukum ( ABH ) | 33 | 55 |
| 3 | Fisik | 29 | 53 |
| 4 | Psikis | 3 | 5 |
| 5 | Hak Asuh Anak | 22 | 24 |
| 6 | Eksploitasi Ekonomi /Trafficking | 13 | 44 |
| 7 | Penelantaran Pendidikan | 29 | 73 |
| 8 | Akte kelahiran | – | 14 |
| 9 | Napza | 9 | – |
| 10 | Pembunuhan | 13 | 15 |
| 11 | Penculikan | – | 9 |
| 12 | Trafficking | – | 5 |
Data 10 Kabupaten / Kota di Jawa Timur yang banyak Terjadi Kekerasan Terhadap Anak tahun 2021 yang dihimpun oleh LPA Jatim
| No | Kabupaten / Kota | Jumlah |
| 1 | Surabaya | 47 |
| 2 | Trenggalek | 38 |
| 3 | Gresik | 23 |
| 4 | sidoarjo | 13 |
| 5 | Batu | 12 |
| 6 | Tulungagung
|
11 |
| 7 | Lumajang | 11 |
| 8 | Malang | 9 |
| 9 | Mojokerto | 8 |
| 10 | Sumenep | 6 |
Adapun lokus kejadiannya tersebar dibeberapa tempat diantaranya :
Data Lokasi Kejadian Kekerasan Terhadap Anak Di Jatim tahun 2021
| No | Lokasi Kejadian | Jumlah |
| 1 | Rumah | 60 |
| 2 | Jalanan | 48 |
| 3 | hotel | 10 |
| 4 | Lahan Kosong | 18 |
| 5 | Sekolah | 58 |
| 6 | Lain – lain ( rumah kos, tempat ibadah, sawah , dll ) | 174 |
Dari hasil catatan diatas dapat disimpulkan bahwa dibanding tahun 2020 tahun 2021 terjadi peninkatan kekerasan terhadap anak di Jatim sekitar 100 %. Selain itu yang menjadi catatan adalah jumlah kekerasan seksual juga terjadi peningkatan yang sangat signifikan ( 66 % ), tahun 2020 sebanyak 66, tahun 2021 sebanyak 101. Selain juga ada beberapa kasus lain yang patut menjadi perhatian sebagaimana data diatas.
Yang juga perlu diperhatikan adalah rumah dan sekolah dan jalan sebagai tempat antara rumah dan sekolah ternyata masih menjadi tempat yang tidak aman bagi anak , apalagi selama Pandemi covid 19 dan pasca penurunan level PPKM tahun 2021sejak Maret sampai Desember 2021. Dalam data LPA pasca penurunan level terjadi peningkatan laporan jumlah. Kemudahan kases dan mobilitas warga yang sudah mulai berjalan mejadikan mereka bisa melakukan laporan langsung serta dampak dari mobilitas masyarakat juga rentan terjadinya kekerasan.
Rumah , Sekolah dan jalanan menjadi tempat yang rentan dan tidak nyaman bagi anak – anak, karena rentan terjadinya kekerasan sebagaimana data diatas. Penguatan keluarga dan pengasuhan terhadap anak sangat diperlukan, agar anak – anak mendapatkan pengasuhan yang baik tanpa kekerasan. Program pemerintah yang mengadakan program konseling pranikah menjadi sebuah keniscayaan agar pengasuhan terhadap anak menjadi baik dan rumah menjadi tempat yang aman bagi tumbuh kembang anak. Disamping itu mendorong sekolah agar menjadi sekolaah yang ramah terhadap anak, hal ini merupakan sebuah keharusan bagi pemerintah, sehingga sekolah bisa menjadi rumah kedua anak untuk tumbuh kembang dengan baik. Program penguatan guru dalam pembelajaran yang memahami keragaman dan kebutuhan anak perlu digalakkan oleh pemerintah melalui Dinas Pendidikan jatim maupun Kabupaten / kota. Hal lain yang patut diperhatikan adalah lingkungan antara rumah dan sekolah, Pemerintah diharapkan melalui aparaturnya , seperti kepolisian, Satpol PP ataupun Linmas, bisa ditempatkan didaerah daerah yang sering menjadi lalu lintas anak, sehingga dapat mencegah terjadinya kekerasan terhadap anak.
Selain agar perlindungan anak dan pencegahan serta penanganannya bisa melibatkan partisipasi public, maka LPA Jatim mendorong kepada pemerintah Kabupaten / Kota agar hendaknya bisa menambah satu bidang layanan perlindungan anak ditingkat rukun tetangga ( RT ) dengan mengeluarkan kebijakan semisal surat edaran walikota atau bupati kepada para pengurus RT disetiap kampung agar menambah bidang layanan perlindungan anak ditingkat RT. LPA menyebutnya sebagai SPARTA sebagai akronim dari sistim perlindungan anak dtingkat Rukun Tetangga ( RT ).
Dari data data diatas dapat diambil kesimpulan bahwa tahun 2021 terjadi kekerasan terhadap setiap hari. Selain itu juga tergambar Surabaya sebagai kota layak anak masih tercatat sebagai penyumbang terbanyak kejadian kekerasan terhadap anak di Jawa Timur sekitar 15 %. Meski kalau dibandingkan dengan tahun 2020 terjadi penurunan sebesar 13 % dari 28 % ( 2020 ), menjadi 15 % ( 2021 ).
Akhirnya yang menjadi catatan penting adalah kekerasan seksual masih menjadi ancaman di Jawa Timur ini serta rumah dan sekolah masih belum menjadi tempat yang aman bagi anak anak
Surabaya , 28 Desember 2021
Lembaga Perlindungan Anak ( LPA ) Jawa Timur
Isa Ansori ( 081217027065 )
Bidang Data, Informasi dan Litbang
Editor: Freddy Mutiara

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi