Selasa, 23 Juni 2026, pukul : 15:42 WIB
Surabaya
--°C

Muktamar NU, Said Aqil: Ulama Nasionalis Cuma Ada di Indonesia

JAKARTA-KEMPALAN: Said Aqil Siradj selaku Ketua Umum PB Nahdlatul Ulama (PBNU) membuka Muktamar ke-34 NU dengan menceritakan perbandingan agama serta nasionalisme yang ada di Indonesia dengan Timur Tengah, termasuk di Arab Saudi.

“Belasan tahun di Arab, membuat saya menghayati arti NU untuk Indonesia dan dunia. Dengan segala hormat di Arab, agama sedari awal tidak menjadi unsur aktif dalam mengisi makna nasionalisme. Bila anda membaca sejarah dan naskah konstitusi negara Arab, anda akan segera tahu betapa mahal dan berharga naskah pembukaan UUD 1945 yang kita punyai,” ungkap Said melalui sambutannya saat pembukaan Muktamar ke-34 NU di Pesantren Darussaadah, Lampung, pada Rabu (22/12).

Hal tersebut, menurutnya mempunyai perbedaan dengan di Indonesia yang salah satunya ditunjukkan oleh pendiri NU, KH Hasyim Asy’ari yang merupakan, “Pejuang Islam dalam waktu yang sama pejuang nasionalis.”

BACA JUGA  Gila! UNESA Siapkan Lahan Puluhan Hektare demi Bangun 5 Lapangan Mini Soccer Internasional

“Di Timur Tengah, tidak banyak kita jumpai ulama nasionalis. Sebagaimana sangat jarang ditemukan nasionalis yang sekaligus ulama. Sebagai akibatnya nasionalisme dan agama sering kali bertentangan lalu lahirlah satu demi satu konflik sektarian,” sambung Said.

Said kemudian mengingatkan kembali akan masa-masa di mana NU lahir pada era kolonialisme. Pada saat itu, sekitar seabad yang lalu, NU pun lahir disaat tatanan global tengah berubah dikarenakan pecahnya Perang Dunia II.

Pada Agustus 1945, lanjutnya, bom atom sekutu meledak di Nagasaki dan juga Hiroshima, Jepang. Yang menandai akan berakhirnya perang dunia kedua serta membawa dampak berupa perubahan global.

“Pada tataran global perang dunia baru saja usai. Sistem monarki berbasis agama mulai tak memadai, dan gelombang wahabisasi sebagai embrio radikalisme berkibar di Hijaz. Sementara di Nusantara patriotisme mulai menemukan bentuknya,” terang Said.

BACA JUGA  Tren Novel Online: Menantu versus Mertua

Diketahui, Muktamar NU dilaksanakan pada tanggal 22 Desember hingga 23 Desember 2021 esok. Selain membahas terkait persoalan-persoalan kebangsaan dan juga keumatan, agenda yang paling ditunggu dalam Muktamar NU adalah suksesi dari Ketua Umum PBNU masa bakti 2021-2026.

Sebelumnya, terdapat dua kandidat kuat dari calon Ketum PBNU selanjutnya. Mereka ialah Ketum petahana, Said Aqil Siraj serta Katib Aam PBNU Yahya Cholil Staquf. (cnn/Akbar)

Editor: Reza Maulana Hikam

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.