Senin, 22 Juni 2026, pukul : 08:12 WIB
Surabaya
--°C

Yusuf Mansur Obong

Sebuah buku berjudul ‘’Yusuf Mansur Obong’’ ditulis oleh wartawan senior H.M Joesoef (2020) berisi daftar usaha UYM yang dianggap menyimpang.  Buku ini berisi kumpulan tulisan yang mengupas bisnis UYM yang terkait dengan investasi-investasi yang melibatkan jamaah dalam skala luas.

Bisnis UYM yang disorot adalah investasi batu bara (2009-2010), Patungan Usaha (2012-2013), Condotel Moya Vidi (2014), Nabung Tanah (2014), Veritra Sentosa Internasional, rencana penerbitan Paytren, (2013) dan beberapa bisnis lainnya.

Dalam buku itu Joesoef mengungapkan bahwa investasi-investasi tersebut berujung pada masalah. Pada awal program, UYM memakai website untuk melakukan promosi. Tetapi, setelah beberapa lama program-program itu banyak yang tidak terdengar kelanjutannya. Website yang digunakan sebagai sarana informasi dan komunikasi tak lagi berfungsi,

Ada 32 tema yang dibahas dalam buku itu. H.M Joesoef mengklaim bahwa dari semua investasi yang dilakukan UYM sejak 2009, hanya satu yang terealisasi, yaitu Hotel Siti di Tangerang. Hotel ini merupakan produk dari program ‘’Patungan Usaha’’ yang digagas untuk mengumpulkan dana untuk bisnis hotel dan properti. Tetapi, program ini juga memunculkan banyak masalah, dan sejak 2013 website Patungan Usaha tak lagi bisa diakses.

H.M Joesoef menyebut bahwa progres investasi tidak lagi dilaporkan di website. Kerahiman atau profit sharing yang dijanjikan sebesar 8 persen pertahun dari investasi belum pernah direalisasikan. Usaha patungan Condotel Moya Vidi yang direncanakan akan dibangun di Yogyakarta juga belum direalisasi, dan hanya ada tanah kosong yang belum tergarap.

Serangan ini dihadapi dengan tenang oleh UYM. Sebagaimana menghadapi serangan-serangan lainnya, UYM mengatakan sebaiknya semua komplain disalurkan lewat jalur hukum. UYM menegaskan dia siap menghadapi semua risiko.

Serangan terhadap UYM ternyata muncul juga dari kalangan yang selama ini dianggap sebagai satu barisan dengan UYM. Ade Armando pun ikut-ikutan menyerang UYM. Padahal selama ini UYM dikenal berada pada satu kubu dengan Ade Armando yang merupakan pendukung super-fanatik Jokowi.

Pada pilpres 2019 UYM berada pada posisi dilematis antara dua kubu pasangan capres. Tetapi kemudian UYM lebih condong ke kubu Jokowi. Karena itu oleh pendukung Prabowo ketika itu UYM disebut sebagai ustaz kecebong. Para pengritiknya menyebut UYM mencari perlindungan politik, karena usaha bisnisnya banyak bermasalah dan berpotensi menjadi masalah hukum yang serius.

Dalam unggahan video berjudul ‘’Yusuf Mansur, Bukti Beragama Harus Pakai Akal Sehat’’, Ade Armando mengritik cara-cara Yusuf Mansur mengumpulkan dana dari masyarakat dengan memakai konsep sedekah. Dalam berbagai ceramahnya Yusuf Mansur mengajak umat untuk tidak ragu-ragu melakukan investasi melalui konsep sedekah, karena dalam ajaran Islam sedekah akan mendapatkan balasan 10 kali lipat.

Dalam setiap ceramahnya Yusuf Mansur meyakinkan umat dengan hitung-hitungan matematis. Ia memberi contoh, jika seseorang menyedekahkan sepeda motor maka dia akan mendapatkan balasan mobil kijang. Yusuf Mansur meyakinkan bahwa janji ini dijamin oleh Allah swt, dan karenanya harus diyakini.

Ade Armando mengritik cara-cara yang dipakai Yusuf Mansur ini dan menyindir bahwa hal itu tidak masuk dalam akal sehat. Secara tidak langsung Ade Armando menyebut bahwa cara-cara yang dilakukan oleh Yusuf Mansur cenderung manipulatif. Janji-janji yang disampaikan oleh Yusuf Mansur dianggap tidak sesuai dengan akal sehat. Ade Armando juga mengungkit masa lalu Yusuf Mansur yang pernah berjualan es dan pernah mendekam di tahanan polisi.

Kali ini Yusuf Mansur dibuat berang. Ia membalas serangan Ade Armando dengan mempertanyakan kompetensinya sebagai seorang akademisi ahli komunikasi. Yusuf Mansur berang karena Ade Armando dianggapnya hanya memperoleh informasi satu pihak dari media. Yusuf Mansur melaporkan Ade Armando ke polisi dan menantang untuk membuktikan berbagai tuduhannya itu di pengadilan.

Yusuf Mansur Obong versi Ade Armando ini bisa jadi akan menjadi kebakaran yang lebih besar. Kasusnya akan semakin membesar, dan sangat mungkin UYM sendiri akan ikut terbakar di dalamnya. (*)

Editor: Reza Maulana Hikam

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.