OKI-KEMPALAN: Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) mengadakan pertemuan spesial di Pakistan pada Minggu (19./12) yang kemudian berjanji untuk bekerja sama mengatasi krisis yang terjadi di Afghanistan dengan membantu mencarikan aset yang ada untuk mengatasi krisis humanitarian.
Dalam pertemuan di Pakistan yang dihadiri 57 negara anggota, delegasi-delegasi yang ada memberikan janjinya untuk membantu mencairkan aset Afghanistan untuk kemudian melanjutkan kembali likuiditas moneter dan memberikan bantuan humanitarian.
Pertemuan tersebut menjadi konferensi terbesar pertama di dunia yang membahas isu Afghanistan semenjak kelompok Taliban mengambil alih Afghanistan.
Ketika Taliban menguasai Afghanistan, miliaran Dollar USD yang berbentuk aset telah dibekukan oleh komunitas internasional yang kemudian menambah sengsara keadaan negara tersebut.
Dari pertemuan tersebut, OKI mengeluarkan resolusi yang berisikan bahwa Bank Pembangunan Islam akan membantu untuk mencairkan aset Afghanistan pada kuarter pertama tahun depan.
Kemudian dari resolusi tersebut, OKI mendesak pemimpin dari Taliban untuk segera mematuhi hukum dan peraturan internasional terlebih lagi dalam aspek HAM seperti hak perempuan, anak kecil dan lainnya.
Pakistan, selaku tuan rumah OKI tersebut kemudian mengatakan bahwa akan ada konsekuensi besar jika komunitas internasional masih tidak peduli terhadap isu di Afghanistan.
Pakistan juga mendesak semua pemimpin negara untuk segera membantu Taliban untuk mencegah semakin parahnya krisis humanitarian yang terjadi di Afghanistan.
Menteri Luar Negeri Pakistan yaitu Mahmood Qureshi mengatakan bahwa krisis yang ada di Afghanistan semakin dalam yang kemudian dapat membawa Afghanistan dalam kelaparan yang semakin ekstrem.
(France24, Muhamad Nurilham)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi