Islam sebagai agama yang sesuai dengan fitrah manusia memiliki pandangan dan cara tersendiri agar manusia tidak terjebak kepada kebahagiaan yang semu. Allah memberikan kebahagiaan kehidupan di dunia. Walaupun dunia ini serba terbatas dan relative, akan tetapi Allah tetap memberikan nikmat dan kebahagiaan tersebut bagi manusia. Kebahagiaan dan kenikmatan tersebut Allah berikan agar manusia dapat secara optimal melaksanakan misi dan tujuan hidupnya di dunia.
Rasulullah SAW memiliki kriteria tersendiri untuk menilai apakah seseorang masuk sebagai golongan yang bahagia atau tidak. Beliau berpandangan bahwa bahagia itu bukan sebuah kondisi tapi pilihan. Rasulullah membahasakan bahagia dengan kata ‘thuba’ yang berarti beruntung, bahagia, dan sukses. Dari kata thuba inilah kita bisa menemukan jejak-jejak orang yang bahagia untuk dijadikan sebagai evaluasi diri apakah diri kita sudah termasuk di dalamnya atau belum.
Menurut Islam ada berbagai hal yang harus dilakukan untuk mendukung agar hidup kita bahagia. Pertama, sesuai sabda Nabi SAW yang artinya, “Lihatlah orang yang berada di bawahmu dan jangan melihat orang yang ada di atasmu, sebab itu lebih baik agar kalian tidak meremehkan nikmat Allah.” (HR. Ahmad, Tirmidzi, Ibnu Majah). Artinya kalau mau bahagia, jangan melihat orang yang berada di atas kita. Kedua, jangan bandingkan diri kita dengan orang lain. Allah berfirman yang artinya, “Janganlah kalian mengharapkan Karunia Allah yang terdapat pada orang lain.” (QS. An-Nisa : 32).
Ketiga, Jangan lihat masa lalu. Karena mengejar waktu yang telah berlalu adalah perbuatan yang sia-sia. Keempat , Jangan kaitkan kebahagiaan dengan orang lain. “Allah lah yang menjadikan seseorang tertawa dan menangis.” (An-Najm : 43). Kelima, Hidup sederhana. Yang bikin hidup menderita, terhimpit dan tertekan sebenarnya bukan kebutuhan hidup tapi gaya hidup. Keenam, Berbaik sangka kepada Allah dan Ketujuh, Qonaah, ridho terhadap segala yang telah Allah berikan. Semoga kita semua dikarunia hidup bahagia dunia akhirat. Aamiin. (*)
Transkrip: Adib Muzammil
Editor: Reza Maulana Hikam

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi