Selain program penanaman pohon, diharapkan nantinya lokasi Pranaraksa dapat menjadi pusat pengenalan dan pembelajaran kepada seluruh elemen masyarakat yang ingin mengetahui lebih jauh tentang buah-buah asli Indonesia yang saat ini sudah mulai jarang dijumpai.
Lebih lanjut Wibowo menjelaskan, Pranaraksa Center Asya memiliki tiga tujuan utama dalam mendukung pelestarian lingkungan hidup dan kesejahteraan masyarakat. Pertama yaitu langkah preservasi, yang diwujudkan melalui perlindungan keanekaragaman hayati. Kedua, langkah restorasi melalui penghijauan lahan tandus. Selanjutnya pemanfaatan area penanaman pohon buah langka sebagai Pranaraksa Center berbasis Eco Edu Tourism.

Dia menjelaskan, penanaman pohon ini tidak hanya berdampak pada konservasi tanaman buah langka, namun juga sebagai upaya meningkatkan penyerapan emisi karbon di lingkungan. Apabila dilakukan estimasi di tahun 2022, tanaman berpotensi dapat menyerap 1,3 tCO2e (tonne CO2 Equivalent) atau setara dengan emisi yang dihasilkan dari touring 2 mobil pulang-pergi rute Jakarta Bali.
“Semoga upaya yang kita lakukan ini dapat memberikan kontribusi positif untuk lingkungan dan masyarakat sekitar, ” tutup Wibowo. (Nani Mashita)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi