Minggu, 17 Mei 2026, pukul : 10:38 WIB
Surabaya
--°C

Koordinator Nasional Jaringan Gusdurian Terima Soetandyo Award 2021

Alissa Wahid juga dinobatkan sebagai penerima penghargaan bagi bagi individu cemerlang di bidang sosial, HAM, dan aktivisme inklusi dan gender. Koordinator Nasional Jaringan Gusdurian tersebut selama bertahun-tahun telah malang-melintang memperjuangkan multikulturalisme, HAM, serta hak-hak bagi kaum minoritas.

“Anugerah ini saya terima sebagai amanah dan refleksi diri. Saya masih seorang murid yang mencoba meneladani sosok Soetandyo. Hari ini saya diingatkan Prof. Tandyo dan UNAIR untuk meneguhkan tekad, kemana akan saya arahkan energi, pikiran, waktu, dan uang saya bagi perjuangan yang lebih besar,” tuturnya.

Diakuinya, sejak wafatnya sang Ayahanda Abdurrahman Wahid, banyak kaum minoritas datang kepadanya dan keluarga. Momen tersebutlah yang kemudian membawa Alissa untuk berjuang dari desa ke desa mengusahakan hak-hak kaum marginal dan menjahit jaringan murid-murid Gus Dur yang tersebar di berbagai daerah

Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA menjadi salah satu tokoh yang menerima Soetandyo Award 2021. (foto : istimewa)

Alissa juga bercerita bagaimana ia seringkali harus berhadapan dengan elit pemerintahan saat mendampingi kelompok minoritas. Keislamannya pun acapkali dipertanyakan saat memperjuangkan hak-hak kebebasan beragama bagi kalangan minoritas. Ia tidak mengelak merasa takut akan itu semua, namun petuah dari Gus Dur selalu menjadi prinsipnya dalam bertindak.

“Dalam hidup nyata dan perjuangan tidak mudah. Kita bukan tokoh dongeng dan mitos yang gagah berani dan penuh sifat kepahlawanan. Meski takut kita jalan terus, berani melompati pagar batas ketakutan tadi. Mungkin di situ harga kita ditetapkan,” ucapnya mengutip nasihat dari sang Ayahanda.

Maka melalui penghargaan yang diberikan FISIP UNAIR tersebut, Alissa memastikan komitmennya untuk terus belajar dan mengamalkan karakter yang telah diajarkan baik oleh Gus Dur maupun Prof. Soetandyo.

“Mereka adalah sosok principle center leader yang menempatkan prinsip sebagai poros hidupnya. Untuk itu, saya berterima kasih atas penghargaan ini dan berusaha melanjutkan perjuangan Prof. Soetandyo akan nilai-nilai HAM dan inklusivitas,” katanya.(Nani Mashita)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.