TEL-AVIV-KEMPALAN: Perdana Menteri Israel yaitu Naftali Bennet telah tiba di Uni Emirat Arab pada Minggu (12/12) dan dikabarkan akan bertemu dengan pemimpin de facto Uni Emirat Arab. Kunjungan tersebut menjadi kunjungan pertama oleh Israel setelah normalisasi hubungan antara keduanya pada tahun lalu.
Sebelum berangkat dari Bandara Tel Aviv, Bennet mengatakan bahwa ia dan pangeran Abu Dhabi yaitu Mohammed bin Zayed al-Nahyan akan bertemu pada Senin (13/12) untuk berdiskusi mengenai peningkatan kerja sama yang diantaranya kerja sama di bidang ekonomi dan komersial.
Sejauh ini tidak ada komentar dari Abu Dhabi mengenai kunjungan Perdana Menteri Israel tersebut.
Sebelumnya, kedua negara tersebut berada dalam tensi tertinggi pada tahun 2015 karena Uni Emirat Arab mencoba untuk membangkitkan program nuklir Iran.
Israel kemudian mulai mendekati negara-negara di Teluk Arab yang memiliki kepentingan yang sama terkait kekhawatiran dari program nuklir Iran.
Juru bicara Perdana Menteri Israel telah mengonfrimasi bahwa Naftali Bennet mendatangi Abu Dhabi.
Ia kemudian menunjukkan aplikasi untuk melacak penerbangan Israel dan menunjukkan bahwa pesawatnya sudah berada di Abu Dhabi.
Hingga saat ini, Israel tidak memiliki hubungan diplomatik yang resmi dengan Uni Emirat Arab.
Namun, sejak Agustus 2020, Uni Emirat Arab yang kemudian diikuti oleh Bahrain, Sudan dan Maroko telah melakukan normalisasi hubungan dengan Israel.
Kedatangan Israel ke Uni Emirat Arab mendapatkan kecaman dari Palestina, yang sudah memutus hubungan diplomatik sejak tahun 2014.
(France24, Muhamad Nurilham)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi