“Buat Jawa Timur ini keuntungannya luar biasa. Karena kita sudah terbebani, bukan memenangkan lagi, tapi mempertahankan juara umum yang telah diraih cabor selam di dua kali PON, yakni PON XIX 2016 Jabar dan PON XX 2021 Papua,” beber Nabil.
Bahkan, lanjut Nabil, di PON XX Papua tim selam Jatim berhasil memecahkan empat rekornas. “Itu tentunya tidak gampang, mengingat dalam persiapannya mereka tidak bisa melakukan sparing partner di saat PNN (Puslatda New Normal), sehingga harus berlatih sendiri. Tapi alhamdulillah selam bisa membuktikan dengan tampil sebagai juara umum di PON XX Papua,” ungkap mantan Sekretaris KNPI Jatim ini.
Nabil tidak ingin pengalaman pahit yang dialami cabor renang terulang. Di PON 2008 Kaltim, tim renang Jatim berhasil meraih juara umum. Namun, karena tidak menyiapkan regenerasi, maka di PON 2012 Riau renang gagal total, tidak meraih medali sama sekali.
“Karena itu, Kejurnas Selam Piala Gubernur Jatim ini merupakan sarana menyiapkan generasi baru untuk dipoles, sehingga pada saatnya mereka bisa tampil menggantikan atlet senior yang sudah pensiun di PON,” pungkasnya. (Dwi Arifin)
Editor: Reza Maulana Hikam

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi