Selanjutnya, Romo Sutiono menuturkan bahwa para Wong Pinter dari Jawa Timur dan Jawa Tengah memiliki hubungan dengan Keraton Yogyakarta, sementara yang di Jawa Barat ada kaitannya dengan Kerajaan Pajajaran. Mereka disebut Wong Pinter karena kegunaannya dan apa yang dia sampaikan bisa diterapkan. Ia menjelaskan juga istilah Wong Pinuntun yang artinya adalah “orang yang dituntun” oleh Roh Besar yang membantu. Para Wong Pinter/Pinuntun ini tak pernah mau menerima pamrih.
“Ada yang mata duitan juga ada, ada yang tidak mau, ada yang mau, ada yang kalau diberi ya diterima,” tutur sang romo. Dari sana ia menyimpulkan bahwa perkara pamrih ada yang bermacam-macam, namun Romo Suti tetap berkesimpulan bahwa orang-orang yang disebut Wong Pinter memang terpilih untuk mendampingi para penguasa.
Ia turut mengutarakan mengenai Zogma yang merupakan orang terpilih yang menerima daya hidup dan memberikan daya hidup tersebut kepada orang lain. Para Zogma ini memiliki kelembutan luar biasa yang menjadi tempat para roh dan berbicara maupun bertindak ketika disuruh dan pastinya bermakna. Hal ini ia kaitkan dengan apa yang ditemukannya dalam Kitab Suci Nasrani maupun Yahudi yang disebut dengan “prophet”.
Selain itu, alumni The University of Leeds itu juga mengaitkan dengan para raja di Jawa yang juga menjadi container of life force dan para raja itu merupakan pemimpin negara juga pemimpin agama. Para raja ini menggunakan istilah kosmis yang sifatnya bisa dipergunakan untuk memelihara daya kehidupan. (*)
Editor: Reza Maulana Hikam

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi