Kamis, 4 Juni 2026, pukul : 12:09 WIB
Surabaya
--°C

Pada Sekerat Daging Ada Kezaliman yang Tak Termaafkan

Dr. (HC) Ir. Abdul Kadir Baraja

Ketua Pembina Yayasan  Lembaga Pendidikan Islam Al-Hikmah

KEMPALAN: Berbuat zalim pada manusia punya kemungkinan akan termaafkan. Atau tidak menjadi perhitungan kelak, bila orang yang terzalimi memaafkan. Bila tidak, maka Allah SWT akan menjadikan perhitungan atas tuntutan mereka yang terzalimi.

Tapi bila yang terzalimi hewan ternak, hewan peliharaan, atau hewan yang kita konsumsi, maka hewan tersebut akan menuntut perhitungan kelak pada mereka yang berbuat zalim. Atau yang terlibat dalam rangkaian kezaliman, tanpa kita bisa meminta maaf kepada hewan tersebut.

Hal ini terjadi sehari-hari berkelindan di kehidupan kita, yaitu pada hewan ternak yang akan kita konsumsi. Proses rangkaian kezaliman tersebut terdapat pada cara penyembelihan yang sangat menyiksa. Juga pada saat pengangkutan, baik sapi, kambing maupun ayam yang sehari-hari jadi pemandangan yang bisa kita lihat, diangkut dengan truk-truk yang berjejal, yang pasti sangat menyiksa, menzalimi hewan-hewan itu.

Semua itu dilakukan hanya untuk mendapatkan biaya pengangkutan yang murah. Belum lagi saat ternak diturunkan dari truk angkutan, dilakukan dengan tidak manusiawi, yang itu juga merupakan kezaliman tersendiri. Penurunan ternak dari angkutan semacam ini dilakukan semata-mata untuk mendapatkan reduksi waktu proses yang dibutuhkan. Tanpa menyadari bahwa hal tersebut akan sangat menzalimi hewan yang akan kita konsumsi.

Hewan-hewan tersebut tidak berdaya, kecuali kelak akan minta keadilan pada pengadilan yang akan digelar Allah SWT di alam akhirat kelak.

Jika proses transportasi yang di dalamnya tidak ada kezaliman, maka dapat dipastikan biaya transportasi akan lebih mahal. Dan pada akhirnya akan meningkatkan harga jual daging ternak tersebut.

Pastilah itu akan menyebabkan banyak konsumen, termasuk kita, menghindar untuk membelinya. Karena konsumen akan memilih daging dengan harga lebih murah dengan kualitas yang tampaknya sama.

Harga daging yang lebih murah akan dinikmati oleh konsumen. Maka dapat dipastikan bahwa konsumen akan menjadi mata rantai proses kezaliman atas penderitaan hewan ternak tersebut. Sebagaimana diterangkan di atas, hewan-hewan itu pun akan menuntut kepada para penikmat yang ikut menikmati daging yang dikonsumsinya.

Setelah menyadari semuanya…

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.