SURABAYA-KEMPALAN: Lo Ang Fah ayahanda dari Lo Chen Wen Ketua PSMTI Surabaya. Ia menghembuskan nafas terakhir (13/11) dan dikremasikan di keputih Sukolilo 17/11. Mendiang meninggalkan 5 anak, 14 cucu dan 7 cicit.
”Semasa hidupnya mendiang berjasa mendidik anak-anaknya dengan disiplin, diajari mandiri bekerja. Di organisasi sosial beliau aktif dalam kegiatan sosial membantu masyarakat sekelilingnya tanpa memandang perbedaan suku, agama, ras,” kenang Lo Chen Wen, putra keempat mendiang.
Kepergian papa tercinta bagi Lo Mei Ming putri kedua mendiang menyisakan kenangan tak terlupakan.
”Papa menasihati anaknya untuk hidup rukun dalam keluarga, juga ketekunan, kerja keras dan cerdas papa merintis usaha dari nol hingga saat ini mampu bertahan.”
”Saat kecil kami lima bersaudara hidup kurang sejahtera namun saat kami dewasa dapat bekerja sendiri untuk mensejahterakan keluarga masing-masing, namun kami tetap kompak dalam keluarga,” katanya.
Lo Ang Fah lahir di shanghai 1944. Ketika Cungkuo dijajah Jepang empat saudara putra bungsu Akong Lo San Poo sebagai teknisi pabrik kain di Semarang dipindah ke Inditex Plered Pasuruan.
Pada 1949 mendiang melalui kedutaan Inggris di Shanghai bermigrasi ke Indonesia saat usia 8 tahun dan masih belum bisa berbahasa Indonesia.
Mendiang menikah dengan Lauw Soen Beng dianugerahi lima anak yaitu Lo Chen Djen, Lo Mei Ming, Lo Chen Kwang, Lo Chen Wen, Lo Chen Sen.
Semasa hidupnya mendiang Lo Ang Fah mengabdi di Perkumpulan Shanghai Tionghoa 1960-1970, ketua Marga Lo jatim 1980-1985, pencipta buku 1001 mimpi yang menjadi panduan bagi pemain SDSB/Porkas kemahirannya dalam menganalisa angka mistik banyak orang yang datang ke rumahnya untuk mendapatkan nomor keberuntungan darinya hingga dijuluki raja SDSB/Porkas. (acong sunardi)
Editor: Freddy Mutiara

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi