Langkah TB ini bukan tanpa sebab. “Saya berangkat dari posisi paling bawah, “katanya. “Saya sempat bergantung hanya dari dunia tinju sebagai penghubung ( matchmaker ),” kenangnya.
Sama seperti Don King yang awalnya sebagai matchmaker dari laga-laga Bob Arum. Keadaan berubah saat King berhasil ‘memperdaya’ Muhammad Ali dan George Foreman. Dengan judul Rumble in the jungle (Gemuruh di hutan) 1974, Don King menjelma menjadi promotor raksasa, bahkan sempat menenggelamkan Bob Arum bosnya.
Tom Brown sendiri tidak demikian. Meski mengawalinya bersama Goosen Productions, TB justru didorong oleh bosnya untuk bisa berdiri sendiri. “Dia anak muda yang pintar, kreatif, dan cerdas,” kata Goosen.
Maka, jadilah TB seperti sekarang. Maka jika kemudian ia melakukan hal itu, artinya Tom Brown tidak lupa pada masa sulitnya. “Komitmen saya harus terus terjaga di dunia tinju. Saya, artinya juga seluruh penggiat pertinjuan harus maju secara bersama-sama!” katanya lagi.
Pertanyaannya, bisakah kita seperti itu? Semua berpulang pada diri kita masing-masing…
Semoga bermanfaat. (*)
Editor: Freddy Mutiara

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi