Menu

Mode Gelap

kempalanews · 25 Nov 2021 11:27 WIB ·

Upayakan PTM Digelar Serentak, Dispendik Surabaya Bantu Sekolah Dapatkan Rekom Asesmen


					Wali Kota Eri Cahyadi berbincang dengan salah seorang siswa SMP di Surabaya yang menggelar PTM. Perbesar

Wali Kota Eri Cahyadi berbincang dengan salah seorang siswa SMP di Surabaya yang menggelar PTM.

SURABAYA-KEMPALAN: Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya belum bisa memberikan asesmen untuk 49 sekolah menengah pertama (SMP) yang akan menggelar pembelajaran tatap muka (PTM). Belum adanya asesmen ini, disebabkan kurang lengkapnya persyaratan administrasi sesuai standar operasional prosedur (SOP) yang dibuat dispendik.

Pelaksana Tugas (Plt) Kabid Sekolah Menengah Dinas Pendidikan Dispendik Kota Surabaya, Tri Aji Nugroho mengatakan, SOP itu dibuat mengacu pada aturan Keputusan Bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan, dan Menteri Dalam Negeri (SKB 4 Menteri), Nomor 03/KB/202l, Nomor 384 Tahun 2021, Nomor HK.01.08/MENKES/4242/2021, dan Nomor 440-717 Tahun 2021 tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19).

Oleh sebab itu, kata Aji, agar sekolah SMP negeri dan swasta di Surabaya dapat melaksanakan PTM, wajib mengikuti SOP yang berlaku. Yang pertama, setiap sekolah wajib melakukan tes Swab RT-PCR bagi guru dan siswa. Sedangkan kedua, sekolah diwajibkan melakukan proses administrasi. Mulai dari perizinan atau persetujuan orang tua, simulasi PTM hingga kelengkapan dokumen selama simulasi PTM berlangsung.

“Ketika mereka sudah menyelesaikan itu (administrasi), kita evaluasi langsung. Kemudian segera kita terbitkan rekom PTM-nya,” kata Aji, Rabu (24/11).

Aji menerangkan, hingga saat ini ada beberapa sekolah yang masih belum menerima hasil Swab RT-PCR dan proses administrasi serta dokumen selama simulasi PTM. Oleh sebab itu, kini dispendik belum memberikan rekomendasi untuk menggelar PTM.

“Memang ada yang belum dan menerima hasilnya (RT-PCR). Selain itu, ada yang belum memenuhi administrasinya. Contoh, terkait pernyataan orang tua apakah bersedia untuk mengantar, menjemput, dan mengizinkan anaknya. Mereka (sekolah) juga harus mengupload video maupun foto ketika simulasi PTM, karena ada beberapa yang belum mengupload-kan itu. Sehingga kami mengembalikannya lagi ke sekolah. Sebenarnya lebih banyak ke persoalan administrasi,” beber Aji.

Untuk mengatasi persoalan itu, Dispendik Kota Surabaya tidak tinggal diam. Agar semua sekolah SMP di kota Pahlawan dapat menggelar PTM, Aji mengaku sudah berkoordinasi dengan masing- masing sekolah untuk segera merampungkan syarat yang sudah ditentukan. Bahkan, dispendik juga membuat sistem untuk manajemen PTM, agar sekolah negeri dan swasta segera mendapatkan asesmen.

Kami sudah membuat…

Artikel ini telah dibaca 21 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Bertemu Ridwan Kamil, LaNyalla Singgung Capres Jalur Non-Partai dan Presidential Threshold Nol Persen

4 Desember 2021 - 17:55 WIB

Sempat Buntu, KPU Yakin Pemilu Digelar 21 Februari 2024 

4 Desember 2021 - 17:51 WIB

Seleksi tahap II Calon Anggota KPU dan Bawaslu, 48 Orang Dinyatakan Lulus

4 Desember 2021 - 17:47 WIB

GAS Usulkan Gatot Nurmantyo sebagai Cawapres Dampingi Anies

4 Desember 2021 - 12:31 WIB

BMKG Peringatkan Banjir Rob, Pemkot Surabaya Siapkan Antisipasi

4 Desember 2021 - 09:42 WIB

Plh Sekdaprov Heru Buka Pasar Seni Lukis Indonesia

4 Desember 2021 - 09:23 WIB

Trending di kempalanews