Menu

Mode Gelap

kempalanmanca · 21 Nov 2021 00:01 WIB ·

Keuntungan Alibaba Turun 81% sejak “Dijegal” Pemerintah Tiongkok


					Alibaba-BBC Perbesar

Alibaba-BBC

BEIJING-KEMPALAN: Pemimpin E-Commerce asal Tiongkok yaitu Alibaba mengatakan pada Kamis (18/11) bahwa keuntungannya dalam kuarter terbaru turun selama 81% setelah pemerintah dapat dikatakan menjegal perusahaan-perusahaan besar.

Alibaba mengatakan bahwa keuntungannya pada saat ini hanya berada di angka 5,37 Miliar Yuan dalam rentang kuarter Juli-September.

Ketika dibandingkan dengan kuarter tahun sebelumnya, keuntungan Alibaba mencapai 28,77 Miliar Yuan.

Alibaba tidak secara pasti menyebutkan apa yang menyebutkan penurunan dalam keuntungan tersebut meskipun pemerintah Tiongkok pada saat ini sedang banyak menjegal perusahaan besar dengan tujuan memberikan kesempatan perusahaan lebih kecil mampu bersaing.

Alibaba mengatakan bahwa keuntungan yang menurun drastis pada kuarter terbaru disebabkan oleh adanya kenaikan investasi di beberapa kunci strategis ekonomi seperti misalnya dalam pasar segmen lebih kecil dan operasi internasionalnya.

Bloomberg News juga sebelumnya pernah melakukan analisis mengenai ramalan keuntungan Alibaba, namun meleset secara jauh.

Alibaba yang merupakan perusahaan yang besar dan memiliki keuntungan yang sangat banyak telah menjadi salah satu perusahaan yang sangat menonjol sehingga pemerintah Tiongkok sangat mengawasi gerak-geriknya dengan tujuan memberikan ruang bagi perusahaan teknologi yang lebih kecil.

“Tidak peduli dengan tantangan yang ada pada lingkungan makroekonomi saat ini, kemudian dengan semakin banyaknya pemain baru dalam industri teknologi, kami masih sangat yakin dengan strategi bisnis dan masa depan kami” ucap CEO Mark Schiefelbein.

Tidak hanya Alibaba yang dijegal oleh pemerintah Tiongkok, perusahaan game besar yaitu Tencent juga mengalami kesulitan dalam keuntungannya dan menjadi terparah sejak tahun 2004.

(France24, Muhamad Nurilham)

Artikel ini telah dibaca 6 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Ukraina Sebut ada Upaya Kudeta, Rusia Terlibat Dibaliknya

28 November 2021 - 13:24 WIB

Presiden Zelensky-BBC

Varian Omicron Sudah Masuk ke Beberapa Negara Eropa

28 November 2021 - 13:02 WIB

Ilustrasi COVID-19 di Britania Raya-AAtR

WHO Sebut Varian Baru COVID yaitu Omicron Sebagai Kekhawatiran Baru

28 November 2021 - 12:41 WIB

Varian baru COVID-19 yaitu Omicron-DW

Terlalu Nyaman Lockdown, Taiwan Ragu untuk Buka Diri ke Dunia Internasional

28 November 2021 - 12:19 WIB

Ilustrasi COVID-19 di Taiwan-TEMPO

Laos Berharap Ekonomi Bertumbuh dari Rel Kereta buatan Tiongkok

28 November 2021 - 11:54 WIB

Kereta Tiongkok-Laos-InfrastructureReview

Nicolas Maduro Kunjungi Kuba untuk Rayakan Kematian Fidel Castro

26 November 2021 - 17:13 WIB

Nicolas Maduro-CNN
Trending di kempalanmanca