Menu

Mode Gelap

Kempalantek · 15 Nov 2021 06:39 WIB ·

Siswa SMA Terkesan Keseruan Belajar Fermentasi di Biotechnology Camp Fakultas Teknobiologi UBAYA


					Suasana Biotech Camp Fakultas Teknobiologi Universitas Surabaya (UBAYA), 13-14 November 2021. Dalam event tahunan Fakultas Teknobiologi ini peserta para siswa SMA dan mahasiswa mengikut workshop dan fun games tentang changing microorganism (mikoorganisme pengubah) hingga fermentasi makanan. Perbesar

Suasana Biotech Camp Fakultas Teknobiologi Universitas Surabaya (UBAYA), 13-14 November 2021. Dalam event tahunan Fakultas Teknobiologi ini peserta para siswa SMA dan mahasiswa mengikut workshop dan fun games tentang changing microorganism (mikoorganisme pengubah) hingga fermentasi makanan.

SURABAYA-KEMPALAN: Puluhan siswa SMA bersama para mahasiswa mengikuti Biotech Camp Fakultas Teknobiologi Universitas Surabaya (UBAYA) secara daring, 13-14 November 2021. Di sana, mereka membuka wawasan sambil bergembira mengikuti workshop dan fun games tentang bidang keilmuan Teknobiologi UBAYA: changing microorganism (mikoorganisme pengubah) hingga fermentasi makanan.

Sejumlah sekolah terkemuka mengikuti Biotech Camp Fakultas Teknobiologi UBAYA ini, di antaranya SMA Ciputra, Cita Hati Christian School, SMA Kristen Masa Depan Cerah, SMAK Santa Agnes, SMA Wachid Hasyim 1 Surabaya, SMA Regina Pacis Surakarta, serta SMAN 8 Malang.

Suasana Biotech Camp Fakultas Teknobiologi Universitas Surabaya (UBAYA), 13-14 November 2021. Dalam event tahunan Fakultas Teknobiologi ini peserta para siswa SMA dan mahasiswa mengikut workshop dan fun games tentang changing microorganism (mikoorganisme pengubah) hingga fermentasi makanan.

Bertitelkan “Biotech Camp 2021: Mikrovia The Changing Organism”, para siswa SMA yang mengikuti webinar dan workshop pun dibuat terkesan. Kartika Megan Pratiwi dari SMAK Santa Agnes Surabaya misalnya, mengaku terbuka wawasannya tentang bioteknologi dari gelaran Biocamp 2021 Fakultas Teknologi UBAYA kali ini.

“Sesi terfavorit itu saat studi kasus karena bisa berdikusi bareng teman-teman di satu breakout room. Dari webinar kali ini, jadi bisa tau gimana cara fermentasi, mengenal kakak-kakak panitia, juga serunya main rally games. Awalnya sebelum ikut Biocamp, menurut saya bioteknologi itu lingkupnya sempit, tapi selama belajar di Biocamp ternyata bioteknologi tidak sesempit yang saya kira, ternyata lingkupnya luas,” ujar Kartika.

Hal senada diungkapkan siswi SMA Regina Pacis Surakarta, Marissa Angelia Santoso.  “Acaranya asik, bisa belajar banyak terutama tentang bioteknologi. Karena sebelumnya tidak terlalu tau banyak tentang bioteknologi, cuma sering dengar aja. Dari acara ini jadi lebih mengerti lingkup pembelajarannya, dan lain-lain. Kayaknya kalo dijalanin asik deh,” kata Marissa.

Sementara itu, Christerra Kaniati Stella Kantor dari SMA Regina Pacis Surakarta juga mengungkapkan kegembiraannya mengikuti event tahunan Fakultas Teknobiologi UBAYA tersebut. “Senang ikut acara ini. Jadi lebih banyak tahu tentang bioteknologi. Dulu sempat praktik di SMP, tapi cuma beberapa aja kayak tape, tempe. Dari sini, bisa lebih tau banyak produk fermentasi seperti savory dosa dan minuman probiotik,” paparnya.

Suasana Biotech Camp Fakultas Teknobiologi Universitas Surabaya (UBAYA), 13-14 November 2021. Dalam event tahunan Fakultas Teknobiologi ini peserta para siswa SMA dan mahasiswa mengikut workshop dan fun games tentang changing microorganism (mikoorganisme pengubah) hingga fermentasi makanan.

Pembimbing acara Biotech Camp Fakultas Teknobiologi UBAYA sekaligus akademisi Ernest Suryadjaja S.Si., M.App.Sc. menjelaskan, Biotech Camp 2021 bukan sekadar inovasi untuk mengenalkan bioteknologi kepada generasi muda. Namun juga mendorong mereka mengembangkan pemikiran, bakat, dan kreativitasnya di bidang bioteknologi.

Sedangkan dosen Fakultas Teknobiologi UBAYA Yayon Pamula Mukti S.TP., M.Eng. yang menjadi narasumber salah satu materi mengenai fermentasi “Food Fermentation: Long Lasting Legacy for Health Maintenance” menyatakan produk fermentasi pada dasarnya merupakan produk yang prosesnya telah ditemukan dari ribuan tahun lalu.

“Fermentasi masih sering kita konsumsi dalam kehidupan sehari-hari. Akan tetapi tidak jarang sebagian dari kita tidak mengetahui bahwa produk-produk tersebut adalah produk hasil fermentasi yang bermanfaat bagi tubuh kita,” pungkas Yayon. (*)

Editor: Freddy Mutiara

Artikel ini telah dibaca 28 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Ada Malware Trojan Cynos di Aplikasi App Gallery Miliki Huawei

7 Desember 2021 - 21:00 WIB

Kenali Fitur Baru! Pesan di WhatsApp Kini Bisa Hilang Secara Otomatis

7 Desember 2021 - 20:00 WIB

Bocoran Tanggal dan Spesifikasi dari Samsung Galaxy S22 Series

7 Desember 2021 - 19:00 WIB

Redmi K50 Series Diprediksi akan Meluncur dengan 4 Model Sekaligus

6 Desember 2021 - 11:00 WIB

Meluncur pada 10 Desember Mendatang, Berikut Spesifikasi Honor 60 Series1

6 Desember 2021 - 10:00 WIB

Resmi Dijual di Indonesia, Berikut Harga dari ROG Phone Series

6 Desember 2021 - 09:00 WIB

Trending di Kempalantek