Jumat, 8 Mei 2026, pukul : 20:54 WIB
Surabaya
--°C

Gubernur Khofifah Buka Rakor Dewan Pendidikan Jatim

Surabaya-KEMPALAN: Peralihan kewenangan pengelolaan SMA dan SMK ke Pemerintah Provinsi rupanya banyak menyusahkan masalah, utamanya dipersoalan pembiayaan. Sebelum diberlakukannya UU No 23 Tahun 2014 tentang peralihan kewenangan, pengelolaan sekolah SMA dan SMK berada di Kabupaten dan Kota, sehingga Pemerintah Kabupaten / Kota tidak mengalami kesulitan untuk menganggarkan bantuan pembiayaan kepada sekolah-sekolah SMA dan SMK.

Berkaitan dengan itulah maka perlunya dicari solusi atas kebuntuan niat baik dalam rangka membantu pembiayaan para pelajar SMA dan SMK di Jawa Timur. Dewan Pendidikan Jatim dan Dinas Pendidikan Jatim, Kamis, Jumat dan Sabtu ( 11 – 13 November 2021 ) mengadakan rapat koordinasi dengan menghadirkan Dewan Pendidikan Kabupaten/ Kota Se Jatim, Kepala – Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten / Kota se Jatim, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jatim di Kabupaten / Kota, bertempat di Grand Mercure Surabaya. Total seluruh jumlah peserta yang hadir berjumlah 125.

Hadir dalam acara tersebut Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, Kepala Dinas Pendidikan Jatim, Dr. Ir. Wahid Wahyudi, MT dan Ketua Dewan Pendidikan Jatim Prof. Muzakky, Kepala Bappeda Jatim, M. Yasin dan Ir. Artono MM, Komisi E Jatim.

Dalam sambutannya Khofifah menyampaikan pentingnya literasi dan kekuatannya. Menurut Khofifah menyiapkan struktur dan kultur untuk membangun kekuatan literasi adalah sebuah keniscayaan. Kekuatan literasi dan kultur akan mampu melahirkan kekuatan sumber daya manusia ( SDM).

Hal yang sama disampaikan oleh Wahid Wahyudi, Kepala Dinas Pendidikan Jatim bahwa SDM unggul adalah modal kemajuan bangsa, Beliau memberikan contoh Negara Singapura dan Malaysia.

Menyambut era baru Pendidikan, Wahid menegaskan perlunya program program Pendidikan yang berorientasi pada keunggulan SDM. Dinas Pendidikan Jatim sudah banyak memberikan ajang peningkatan kualitas SDM pelajar dengan berbagai macam kegiatan dan lomba – lomba yang berorientasi pada peningkatan SDM.

Muzakky, Ketua Dewan Pendidikan menyoroti pentingnya sinergi semua pihak untuk memikirkan agar anak – anak SMK dan SMA tidak putus sekolah karena persoalan biaya.

Menurutnya sinergi antara Pemerintah Provinsi Jatim, Pemerintah Kabupaten Kota, Dewan Pendidikan Jatim dan Kabupaten Kota adalah sebuah keniscayaan.

Muzakky berharap agar dengan sinergi akan menjadi upaya ikhtiar untuk mencari jalan keluar dari persoalan biaya yang selama ini ada, sehingga apa yang menjadi keinginan membangun sinergi untuk Jatim cerdas bisa dilaksanakan secara bersama sama. (*)

Editor: Freddy Mutiara

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.